Nasional

Mengharukan, Peristiwa Spiritual Ini Berujung Mantapnya Keluarga Bharada E dan Brigadir Yosua Jadi Saudara

Oleh: Karseno AJ Jumat 30 Des 2022, 12:59 WIB
Mengharukan, Peristiwa Spiritual Ini Berujung Mantapnya Keluarga Bharada E dan Brigadir Yosua Jadi Saudara

AYOJAKARTA.COM – Memasuki caturwulan pertama usai peristiwa kematian Brigadir Yosua terekspos media, rasa keingintahuan publik kian bertambah besar.

Bukan hanya sebatas pada realitas tragedi penembakan yang menewaskan Brigadir Yosua, namun lebih dari itu.

Tewasnya Brigadir Yosua karena penembakan pada 8 Juli 2022 di Duren Tiga, Jakarta Selatan membawa banyak cerita yang membuat publik bertambah penasaran.

Rasa keingintahuan dan penasaran banyak orang juga disebabkan karena peristiwa-peristiwa spiritual yang oleh sebagian publik dinilai klenik.

Namun faktanya, sehubungan dengan fenomena atau peristiwa pengalaman yang bersifat klenik, ibunda Brigadir Joshua menampik.

“Tiga hari sebelum momen natal, anakku datang di depan aku menangis histeris, di dalam mimpiku, dia datang menarik tangan Mamanya,” ungkap Rosti menangis pilu Demikian seperti dikutip Ayojakarta.com pada Jumat, 30 Desember 2022 dari akun Instagram @sandi1553.

Hal itu diungkapkan oleh Rosti Simanjuntak menjelang pertemuannya dengan keluarga terdakwa Richard Eliezer di Jakarta.

Sebagaimanba diketahui, keluarga Brigarir Yosua dan Bharada E memang telah bertemu pada momen Natal.

Pertemuan keluarga itu pun menjadi momen yang mengharukan di mana kedua pihak seakan mantap sebagai saudara.

“Menunjukkan semua lubang yang ada di tubuhnya, di kepalanya dengan  berteriak dia, Mama tolong saya!” tambah Rosti seraya mengingat mimpi.

Selain itu, Rosti juga mengungkapkan awal keraguannya untuk hadir ke Jakarta memenuhi undangan salah satu stasiun televisi.

“Dia datang berulang kali ke dalam mimpi saya, ini lho Ma, Mama tidak bisa menolong saya, menolong saya dari hujanan peluru dengan mata terbuka,” lanjut Rosti, berduka.  

Ditemani sang suami Samuel Hutabarat, Rosti Simanjuntak masih berusaha menahan beban perasaan demi menyampaikan mimpinya.

“Apa salah Abang Mama? Apa Mama?!” ungkap Rosti dengan suara terputus dan rasa sedih menahan rasa perih.

Rosti Simanjuntak juga mengungkapkan rasa penyesalannya karena ketidakmampuannya untuk menolong putranya, Joshua Hutabarat.  

“Dan saya bilang pada Tuhan, berdoa saya, saya tidak bisa berbuat apa-apa anakku, saya nggak bisa bisa dekat denganmu,” tangis Rosti kian menjadi.

Dengan isak tangis serta suara duka terputus, Ibunda mendiang Yosua Hutabarat juga menyampaikan harapannya kepada Tuhan.

“Biarlah Tuhan yang menolong, biarlah Tuhan yang bersamamu Nak,”  pungkas Rosti.

Sehubungan dengan alasan keluarga Brigadir J bersedia menghadiri undangan tersebut, Ayah mendiang Brigadir J, Samuel Hutabarat memberi pernyataan.

“Agar tidak ada kesimpangsiuran, opini publik soal kami dengan keluarga Eliezer,” jelas Samuel menunjukkan kebesaran hatinya sebagai seorang yang taat ajaran Tuhan.***

Reporter Karseno AJ
Editor Aulli R Atmam