AYOJAKARTA.COM – Sebuah prediksi badai dahsyat diungkapkan oleh salah satu peneliti dari BRIN yang akan terjadi pada tanggal 28 Desember 2022.
Sayangnya, prediksi yang telah membuat geger publik tersebut tidak akurat dan badai dahsyat tidak terjadi di daerah Jabodetabek sesuai dengan yang telah disebutkan.
Hal ini kemudian menuai kontroversi, antara pihak BRIN dan BMKG yang berselisih tentang prediksi badai dahsyat di Jabodetabek tersebut.
Baca Juga: Pahami Aturan ini Biar Nggak Kudet! Sehat Tak Harus Ribet, BPJS Kesehatan Tampil Semakin Greget!
Pihak BRIN yang tadinya meramalkan badai tersebut akhirnya keluar sebagai pihak yang seolah-olah telah ‘bersalah’ karena prediksinya tidak terbukti.
Berkaitan dengan hal tersebut, seorang Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika, Pusat Riset Antariksa, BRIN, Thomas Djamaluddin akhirnya buka suara.
Dikutip AyoJakarta dari situs milik Thomas Djamaluddin, ia memberikan pendapatnya tentang ‘kesalahan’ prediksi yang telah dilakukan oleh peneliti BRIN baru-baru ini.
Ia menilai bahwa analisis ilmiah yang telah dibuat tersebut tidaklah salah karena sudah dilakukan berdasarkan SADEWA yang bisa dipertanggung jawabkan.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Wisata di Sukabumi, Cocok Untuk Liburan Tahun Baru
“Salahkah periset mendiseminasikan analisis ilmiahnya? Jawabnya “tidak”, asalkan berdasarkan analisis yg sahih dan bertanggung jawab,” tulisnya.
“Secara ilmiah, prakiraan SADEWA (Satellite based Disaster Early Warning System) tentang kondisi ekstrem meteorologi saat musim hujan bisa dipertanggungjawabkan,” tambah Thomas.
Thomas kemudian menjelaskan bahwa yang salah dari penyampaian hasil analisis tersebut, adalah pemilihan kata yang terlalu berlebihan.
“Hanya saja pada kasus ‘28 Des 2022’ ada penyampaian yang terkesan terlalu berlebihan dengan sebutan badai hebat,” tuturnya.
“Sesungguhnya ‘badai’ (storm) bukan hanya merujuk siklon tropis, tetapi kondisi ekstrem meteorologi lainnya juga lazim disebut storm (badai),” tambahnya.
Sementara itu, ia menyatakan bahwa peneliti terkait seharusnya menyantumkan bahwa prakiraan tersebut bersifat tak tetap atau bisa berubah sesuai sifat dinamis dari atmosfer.
“Dan periset yang bersangkutan juga lupa mencantumkan pernyataan bahwa prakiraan perlu di-update sesuai sifat atmosfer yg dinamis,” ujarnya.
Baca Juga: Review AFF Cup 2022: Resmi Tersalip Meski Imbang, Ini Drama Seri Indonesia VS Thailand!
“Prakiraan 26 Desember untuk kejadian 28 Desember semestinya memang harus terus di-update,” tulisnya melengkapkan.
Di sisi lain, ia kemudian menuturkan bahwa hasil analisis dari situs SADEWA sama dengan pernyataan dari BMKG tentang penurunan potensi cuaca ekstrem di Jabodetabek.
“Kalau itu dilakukan (atau dilihat langsung pada situs SADEWA), hasilnya sama dengan pernyataan BMKG bahwa untuk Jabodetabek potensi ekstrem pada 28 Desember sudah menurun,” pungkasnya.***