Nasional

Waspada! Selain Monsun Asia, Ini Sederet Fenomena Atmosfer Pemicu Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Indonesia

Oleh: Admin Kamis 29 Des 2022, 15:40 WIB
Ilustrasi cuaca ekstrem - Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjang Banten, DKI Jakarta hingga NTT dan NTB

AYOJAKARTA.COM - Berikut ini sederet fenomena atmosfer pemicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis adanya potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.

Cuaca ekstrem di sejumlah wilayah diperkirakan terjadi pada 28-30 Desember 2022. 

Sejumlah wilayah tersebut di antaranya Provinsi Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan NTT.

Menurut Deputi Meteorologi BMKG Guswanto, potensi cuaca ekstrem dipicu oleh aktifnya sejumlah fenomena atmosfer di sekitar wilayah Indonesia yang dapat meningkatkan curah hujan. 

Baca Juga: Status SIAGA! Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjang Banten, DKI Jakarta hingga NTT dan NTB, Simak Imbauan BMKG

Sejumlah fenomena atmosfer tersebut di antaranya:

- Monsun Asia

Peningkatan aktivitas Monsun Asia memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan di wilayah Indonesia bagian barat, tengah, dan selatan. 

- Cold Surge

Ada pula fenomena cold surge atau seruakan dingin yang disertai dengan potensi arus lintas ekuatorial.

Fenomena cold surge dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan terutama di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.

- Pembentukan Pusat Tekanan Rendah

Dinamika atmosfer lainnya yaitu adanya indikasi pembentukan pusat tekanan rendah di sekitar wilayah Australia yang dapat memicu peningkatan pertumbuhan awan konvektif yang cukup masif.

Hal itu berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi, peningkatan kecepatan angin permukaan, serta peningkatan tinggi gelombang di perairan sekitarnya.

Baca Juga: BRIN Tak Punya Kewenangan Umumkan Cuaca, Jokowi Minta Masyarakat Ikuti Info dari Sumber Ini Saja

- Madden Julian Oscillation (MJO) 

Fenomena lainnya yang signifikan yakni terpantaunya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang aktif bersamaan dengan fenomena gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial.

Kondisi tersebut berkontribusi signifikan terhadap peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia terutama di bagian tengah dan timur. 

Status SIAGA

BMKG menetapkan status SIAGA di Provinsi Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan NTT mulai dari tanggal 28 Desember hingga 30 Desember 2022.

Penetapan status SIAGA itu berdasarkan prakiraan berbasis dampak Impact-Based Forecast (IBF).

Cuaca ekstrem yang berpotensi terjang sejumlah wilayah Indonesia bisa menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi berupa banjir, genangan, dan tanah longsor.

Baca Juga: Jakarta Terancam Cuaca Buruk hingga Badai dan Banjir, Air Laut Malah Hilang di Daerah Ini

"Wilayah tersebut diperkirakan dapat mengalami hujan lebat yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi," ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati di Jakarta, Rabu (28/12/2022), dilansir dari laman resmi BMKG.

Dampak yang dapat terjadi, kata Dwikorita, di antaranya adalah volume aliran sungai berpotensi meningkat drastis sehingga dapat mengakibatkan potensi banjir dan banjir bandang.

Selain itu, besar kemungkinan hujan lebat tersebut mengakibatkan potensi tanah longsor, guguran bebatuan, atau erosi tanah, terutama di daerah-daerah dataran tinggi dan lereng-lereng perbukitan dan gunung.

BMKG mengimbau kepada pemerintah daerah setempat dan masyarakat yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai dan wilayah perbukitan untuk lebih waspada. ***

Reporter Admin
Editor Rohmana Kurniandari