Nasional

Ronny Talapessy Tanyakan Soal Suara Hati, Ahli Ungkap Budaya Laksanakan: Dia Tidak Punya Waktu Berunding...

Oleh: Putri Ratnasari Rabu 28 Des 2022, 15:42 WIB
Romo Magnis ungkap budaya laksanakan yang menyeret Richard Eliezer

AYOJAKARTA.COM--Pada persidangan hari Senin (26/12/2022) kemarin, Richard Eliezer dan Ronny Talapessy kembali hadir.

Dalam persidangan hari itu, pihak Bharada E menghadirkan saksi Ahli Filsafat Moral.

Yakni Romo Franz Magnis-Suseno atau kerap dipanggil Romo Magnis yang hadir dalam sidang Richard Eliezer.

Melansir dari kanal YouTube KOMPASTV, (27/12/2022) terdapat momen saat kuasa hukum Richard Eliezer yaitu Ronny Talapessy bertanya pada Romo Magnis.

Baca Juga: 7 Cara Menjaga Kesehatan Mental dengan Mudah di Masa Kini, Semua Orang Pasti Bisa!

Terkait suara hati yang sempat disinggung oleh sang ahli sebelumnya.

Berawal dari Romo Magnis menjelaskan tentang kesalahan seseorang yang tidak dapat dibenarkan secara etis.

Lalu diumpakan saat ada perintah untuk menembak mati orang lain.

Baca Juga: Rizky Billar Bagikan Chat dengan Lesti Kejora, Warganet : Kayak Chat Pembeli dan Penjual

"Secara etis orang itu sendiri kualitas moralnya harus dinilai bagaimana?" jelas Ahli Filsafat Moral.

Menurutnya yaitu tergantung dari kesadaran orang tersebut pada saat itu.

Lalu diungkapkan juga hal tersebut berdasarkan suara hati dari seseorang itu

"Tergantung dari suara hati, suara hati mengatakan apa pada saat itu," ungkap Romo Magnis.

Baca Juga: Jaqline, Gadis Asli Kupang Pemilik Style Unik dan Suara Enak Dapatkan 3 Yes Dari Judges

Sebab menurut Romo Magnis bisa saja seseorang itu sedang dalam keadaan bingung.

"Bisa saja dia bingung, karena dia berhadapan dengan dua norma," tambahnya.

Kemudian pengacara Richard Eliezer bertanya kembali terkait suara hati sebagai panduan moral dalam mengambil keputusan.

Serta faktor apa saja yang dapat mempengaruhi suara hati saat memutuskan sesuatu.

Baca Juga: Seru-seruan Jelang Tahun Baru 2023 dengan Twibbon Gratis, Ini Sederet Desain Menarik yang Cocok Untukmu!

Romo Magnis pun menjawab bahwa suara hati merupakan kesadaran masing-masing orang dalam situasi konkrit.

Ketika seseorang harus bertindak baik dan tidak jahat.

Sehingga hal itu semacam penilaian seseorang berdasarkan hati nurani.

Selanjutnya menurut Romo Magnis, suara hati dipengaruhi oleh kesadaran-kesadaran etis.

Baca Juga: Breaking News! 7 Provinsi di Indonesia Waspada Cuaca Ekstrem di Penghujung Tahun 2022, Mana Saja?

"Membunuh orang lain tidak dapat dibenarkan, itu di satu pihak," jelasnya.

"Di lain pihak dia berhadapan dengan perintah, tegas dalam budaya laksanakan," imbuh sang ahli.

Kemudian disebutkan bahwa tidak ada waktu untuk berunding kepada orang lain.

"Dan dia tidak punya waktu untuk duduk apalagi berunding dengan orang lain," ungkap pria berambut putih itu.***

Reporter Putri Ratnasari
Editor Kiki Dian Sunarwati