Nasional

Ayah Brigadir J: Rekayasa Pelecehan Seksual Putri Candrawathi untuk Menutupi Motif Penting

Oleh: Linda Wati Jumat 23 Des 2022, 14:24 WIB
Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat menduga adanya motif lain di balik rekayasa pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi.

AYOJAKARTA.COM - Kasus pembunuhan Brigadir J sejak awal Ferdy Sambo terus mengatakan bahwa Putri Candrawathi telah dilecehkan oleh Yosua.

Namun hingga kini, dugaan pelecehan seksual yang ditudingkan pada Brigadir J kepada Putri Candrawathi masih belum terbukti.

Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat menduga bahwa pelecehan seksual Putri Candrawathi yang dilakukan oleh Brigadir J hanya untuk menutupi motif atau kasus penting lainnya.

Baca Juga: Pap untuk Pacar Jadi Bukti, Putri Candrawathi Tertangkap Menggunakan Gelang Seperti di Foto!

Samuel Hutabarat menduga bahwa isu pelecehan tersebut hanya untuk menutupi motif penting lain di dalamnya.

“Sebenarnya kasus ini hanya untuk menutupi skenario kasus yang sangat penting di dalamnya,” ujarnya, dikutip AyoJakarta.com dari YouTube KOMPASTV pada Jumat, 23 Desember 2022.

Menurutnya, Ferdy Sambo masih menyembunyikan sesuatu di balik tuduhannya kepada Yosua.

Baca Juga: Febri Diansyah Siapkan Terompet Kemenangan, Tuduhan Terhadap Putri Candrawathi Rontok Satu per Satu?

Sebab, hingga kini belum ada bukti visum yang diberikan dari pihak Putri Candrawathi.

“Pasti orang itu ada yang disembunyikan ini, rekayasa saja ini pelecehan seksual soalnya tidak ada visum,” ucap Samuel.

Sementara itu untuk pertama kalinya pihak Ferdy Sambo menghadirkan Ahli Pidana, Mahrus Ali.

Mahrus Ali mengungkapkan bahwa pembunuhan berencana motifnya harus dipastikan dan dibuktikan.

Baca Juga: Soal Pengakuan Putri Candrawathi Dilecehkan Brigadir J, Ahli Kriminologi: Tidak dapat Dijadikan Motif

Sehingga penting untuk diketahui apa yang melatar belakangi tindak pembunuhan berencana.

“Paling tidak kita perlu membuktikan atau paling tidak mengungkap apa yang melatar belakangi pelaku ketika dia memutuskan itu, di sinilah pentingnya motif untuk diungkap di Persidangan dalam perkara pembunuhan berencana,” ujar Mahrus.

Menurut Mahrus Ali, hanya orang tidak berakal yang melakukan pembunuhan tanpa motivasi.***

Reporter Linda Wati
Editor Tedi Rukmana