AYOJAKARTA.COM – Inovasi Kereta Cepat yang akan dioperasikan di Jakarta – Bandung ternyata tidak berjalan mulus. Telah terjadi kecelakaan kereta cepat yang memakan korban, Ahad, 18 Desember 2022.
Kereta Cepat Jakarta - Bandung (KCJB) mengklaim keunggulannya yang hanya membutuhkan waktu 36-40 menit saja untuk menempuh perjalanan 142 km, padahal kereta biasa membutuhkan waktu lebih dari 3 jam.
Namun ditengah proyeknya terjadi insiden kecelakaan, menewaskan teknisi kereta cepat yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) China.
Baca Juga: Innalillahi! Kecelakaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tewaskan 2 Pekerja WNA China, Ini Kronologinya
Korban meninggal adalah Chang Shin Shang (40) dan Chang Shin Yung (36).
Irjen Pol Dedi Prasetyo sebagai Kepala Divisi Humas Polri membenarkan informasi tersebut.
“Betul (WNA China), informasi dari Polda Jawa Barat, pekerja teknis,” ujar Irjen Dedi, dikutip dari Suara.com.
Sedangkan 4 orang korban luka-luka adalah Wang Jiji, Jie Thencang, dan Chao Qianyo. Baru 3 orang luka-luka yang dapat diketahui identitasnya dan semua korban ini merupakan laki-laki.
Baca Juga: Kecelakaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tewaskan 2 Pekerja Asing, Ridwan Kamil Buka Suara
Kecelakaan kereta cepat terjadi pada Ahad, 18 Desember 2022 sekitar pukul 16.00 WIB di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Insiden bermula saat kereta cepat lokomotif melaju dengan cepat dari arah Kicau Bojong Koneng menuju arah Kampung Cempaka Mekar.
Sesampainya di Kampung Cempaka Mekar, kereta tersebut anjlok dan melintas di luar jalur rel hingga mengakibatkan terjadinya tabrakan ke kereta teknis.
Hingga saat ini informasi yang bisa didapat adalah insiden kereta cepat terjadi karena kereta lokomotif lepas dari ujung rel yang sedang dipasang dan mengakibatkan tabrakan antara dua kereta hingga membuat keduanya ringsek.
Baca Juga: PT Kereta Api Cepat China Buka 2 Lowongan Kerja Hingga Akhir Desember 2022, Cek di Sini
Pengecekan TKP telah dilakukan oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dan Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis).
Pengecekan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk bisa mengidentifikasi korban kecelakaan baik yang luka-luka maupun yang meninggal.
Pengecekan terus dilakukan dengan melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan ahli lainnya untuk mengetahui penyebab kecelakaan secara detail. Polda pun sudah memeriksa 18 saksi mata.
Uji coba KCJB sendiri sudah dilakukan pada 16 November 2022 lalu pada saat event G20 Showcase dan berlangsung dengan sukses.
Baca Juga: Cepat Serbu! 12.024 Tiket Kereta Api Promo 12.12 Masih Ada, Ini Caranya!
Proses uji dilakukan pada jarak tempuh 15 km dari Stasiun Tegalluar menuju Casting Yard 4 di Kopo, Kota Bandung.
Namun pada saat uji dinamis ini kereta tidak menggunakan kecepatan penuhnya yaitu 300 km per jam melainkan hanya menggunakan kecepatan terbatas hingga 80 km per jam saja.
Pada saat uji kereta dilakukan, Joko Widodo dan Xi Jinping sebagai Presiden China turut menyaksikan momen tersebut.
Walaupun banyak menggunakan teknisi dari warga negara asing namun masinis pertama KCJB berasal dari Tasikmalaya dengan nama Supriyadi yang sudah memiliki pengalaman menjadi Masinis kereta konvensional dari tahun 2005 hingga 2010.***