Nasional

2 Luka Tembak Fatal di Tubuh Brigadir J Jadi Penyebab Utama Kematian, karena Bharada E atau Sambo?

Oleh: Tim AYO 07 Senin 19 Des 2022, 14:19 WIB

AYOJAKARTA.COM -- Dokter Forensik RS Polri Kramat Jati, Farah Primadani Karouw, mengungkapkan adanya tujuh luka tembak di tubuh Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J.

Dari jumlah luka tembak tersebut, ada dua luka tembak mematikan yang menjadi penyebab utama tewasnya Brigadir J.

Dilihat dari perjalanan sidang, muncul dua nama yang diduga menembak Brigadir J, yaitu Richard Eliezer (Bhadara E) dan Ferdy Sambo.

Bharada E yakin betul jika majikannya itu ikut menembak Brigadir J.

Di sisi lain, Ferdy Sambo membantah bahwa dirinya ikut menembak. Dia mengaku hanya menembak ke arah tembok, bukan ke Brigadir J.

Diberitakan Republika, dua luka tembak mematikan itu berada di kepala belakang dan dada di tubuh Brigadir J.

Dokter Farah Primadani Karouw mengungkapkan hal tersebut di persidangan lanjutan kasus kematian Brigadir J yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada Senin, 19 Desember 2022.

Dalam persidangan lanjutan tersebut, lima terdakwa dihadirkan sekaligus. Empat terdakwa dihadirkan langsung di pengadilan, yakni terdakwa Ferdy Sambo dan isterinya Putri Candrawathi, dan Kuat Maruf, serta Bripka Ricky Rizal (RR).

Sementara terdakwa Bharada E, dihadirkan melalui nirkabel karena statusnya dalam suaka Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), sebagai justice collaborator (JC).

Farah adalah dokter forensik yang melakukan pembedahan awal pada jenazah Brigadir J usai kejadian pembunuhan di Duren Tiga 46, Jaksel, Jumat, 8 Juli 2022.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkannya ke persidangan terkait hasil autopsi, dan analisa medis terkait luka-luka tembak yang terdapat pada jenazah Brigadir J.

“Dari tujuh luka tembak yang kami temukan, ada dua yang bersifat fatal atau dapat menimbulkan kematian. Yaitu luka tembak pada dada sebelah kanan, dan luka tembak yang kami temukan di kepala belakang sisi kiri,” begitu kata Farah.

Penjelasan Farah tersebut, ia sampaikan kepada majelis hakim atas pertanyaan jaksa tentang ada berapa banyak luka tembak pada jenazah Brigadir J saat dilakukan pembedahan.

“Terkait dengan luka tembak ini, bisa anda (Farah) jelaskan terdapat pada bagian mana, dan pada bagian mana yang mematikan?,” begitu tanya jaksa.

Dokter Farah, pun menerangkan pada jenazah Brigadir J, terdapat tujuh luka tembak masuk. Namun hanya enam yang teridentifikasi luka tembak keluar.

Tujuh luka tembak masuk tersebut, kata Farah menjelaskan, ada pada kepala bagian belakang sisi kiri.*** (Republika)

Reporter Tim AYO 07
Editor Tedi Rukmana