AYOJAKARTA.COM - Richard Eliezer atau Bharada E menjadi tersangka atas pembunuhan Brigadir J.
Bharada E sempat dipanggil oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk dimintai keterangan.
Sebelum bertemu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Bharada E atau Richard Eliezer masih belum memberikan keterangan yang jujur.
Diketahui bahwa Bharada E masih tetap mengikuti skenario awal dari Ferdy Sambo.
Sebelumnya sejumlah Perwira Polisi telah dicopot dari jabatannya dan juga dimutasi ke tempat khusus.
Kemudian Jenderal Listyo Sigit mengatakan kalau Richard akan mengubah keterangannya.
Yang sebelumnya Eliezer masih mengikuti skenario awal dan dijanjikan oleh Ferdy Sambo bahwa ia akan dilindungi usai membantu penembakan.
Baca Juga: Tak Gentar Hadapi Ferdy Sambo di Ruang Sidang, Terungkap Prinsip Bharada E: Saya Berani karena...
“Richard kemudian merubah keterangan saat itu Richard saya panggil lagi di hadapan Timsus yah dia menjelaskan bahwa dia mau merubah keterangannya karena pada saat itu yang bersangkutan dijanjikan oleh saudara FS bahwa kalau Richard membantu menjelaskan perannya sesuai dengan skenario awal yang terjadi tembak menembak itu dia akan dilindungi oleh FS,” ujar Kapolri di program Satu Meja, dikutip dari YouTube KOMPASTV, Jumat, 16 Desember 2022.
Namun pada kenyataannya, Eliezer tetap dijadikan tersangka.
Hingga akhirnya dia memilih untuk berkata jujur dan berharap ia tidak dipecat dari Kepolisian.
Baca Juga: Berani Hadapi Ferdy Sambo di Ruang Sidang, Bharada E Sebut Ada Sesuatu yang Harus Dijaga, Siapa?
“Namun faktanya pada saat itu si Richard ditetapkan sebagai tersangka sehingga kemudian dia sampaikan ke saya pak saya tidak mau dipecat, saya akan bicara jujur kan begitu,” ucap Listyo Sigit.
Dengan melalui proses yang panjang, akhirnya Eliezer buka suara soal kronologi awal yang terjadi sebelum penembakan.
Skenario awal yang digunakan adalah adanya tembak menembak.
Di mana sebelumnya telah ada informasi dari Putri Candrawathi bahwa ia telah dilecehkan oleh Brigadir Yosua.
Yang kemudian membuat Ferdy Sambo marah dan mengatakan ingin membunuh Brigadir J.
Sehingga ia memerintah Eliezer untuk menembak Yosua dan jika dia mau melaksanakannya Ferdy Sambo berjanji akan melindunginya.
“Si Richard dipanggil ditanya apakah yang bersangkutan siap untuk membantu karena saat itu FS menyampaikan ingin membunuh Yosua, kalau kamu siap saya lindungi kira-kira begitulah,” jelas Jenderal Listyo Sigit.***