Nasional

Keterangan Ahli Balistik, Pengacara Bharada E dan Ferdy Sambo Saling Bertolak Belakang, Begini Alasannya

Oleh: Linda Wati Jumat 16 Des 2022, 07:22 WIB
Soal keterangan ahli balistik yang dihadirkan ke persidangan pembunuhan Brigadir Yosua, pengacara Bharada E, Ronny Talapessy dan pengacara Ferdy Sambo, Arman Hanis saling bertolak belakang.

AYOJAKARTA.COM - Soal keterangan ahli balistik yang dihadirkan ke persidangan pembunuhan Brigadir Yosua, pengacara Bharada E, Ronny Talapessy dan pengacara Ferdy Sambo, Arman Hanis saling bertolak belakang.

Menurut pengacara Ferdy Sambo, keterangan ahli balistik ini sudah membuka fakta.

Kata dia, terdapat delapan selongsong yang identik dengan Richard Eliezer.

Baca Juga: Terlihat Cengengesan saat Sidang, JPU Semprot Geng Sambo Irfan Widyanto: Jangan Ketawa-Ketawa!

Menurutnya, Richard Eliezer telah menembak sebanyak delapan kali.

“Ada delapan selongsong, identik dengan senjata atau glock yang dipegang oleh Richard artinya Richard itu menembak berkali-kali itu udah delapan kali, dan ada dua HS yang ditemukan itu juga sebenarnya sesuai dengan penjelasan pak FS,” jelas Arman Hanis dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 14 Desember 2022, dikutip dari YouTube KOMPASTV.

“Sehingga apa yang disampaikan ahli itu semakin membuka fakta bahwa yang menembak adalah Richard, tidak ada dari senjata yang lain atau glock yang lain selama yang selama ini disampaikan,” tambahnya.

Baca Juga: Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo Makin Terpojok, Ahli Balistik Sebut Ada 10 Selongsong Peluru dari 2 Senpi

Berbeda dengan Ronny Talapessy yang menilai bahwa TKP kejadian penembakan Brigadir Yousa telah rusak.

Sebab ahli tersebut tidak datang tepat pada saat kejadian penembakan.

“Jadi begini loh ini kan TKP-nya sudah rusak teman-teman jadi yang perlu kita tanyakan ini kan kejadiannya tanggal 8 baru ahli datang tanggal 12,” ujar Ronny.

Terkait keterangan yang diberikan oleh ahli balistik, Ronny meragukan apa yang telah disampaikan sang ahli di persidangan.

Baca Juga: Hasil Uji Poligraf Terindikasi Berbohong, Ferdy Sambo Layangkan Protes sedangkan Putri Candrawathi Menangis!

"Kami mendapati di dalam BAP dari saudara ahli ini Arif Sumirat dia menyampaikan bahwa yang di kepala itu tidak identik dengan Glock MYP 851,” ujarnya.

"Kita melihat kita meragukan keahlian yang tadi dihadirkan saudara Arif Sumirat kenapa? karena TKP nya sudah rusak terus kompetensinya juga nah terus terkait barang bukti,” lanjutnya.

Dalam kesaksiannya Bharada E tetep kekeh mengatakan kalau dirinya menembak Brigadir J atas dasar perintah dari Ferdy Sambo.

Di samping itu, Ferdy Sambo tetap konsisten membantah keterangan Richard Eliezer dan mengaku dirinya tidak menembak Yosua.***

Reporter Linda Wati
Editor Tedi Rukmana