Nasional

Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi Malam Ini, Tinggi Abu 100 Meter

Oleh: Admin Kamis 15 Des 2022, 20:55 WIB
Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi Malam Ini, Tinggi Abu 100 Meter

AYOJAKARTA.COMGunung Anak Krakatau kembali erupsi pada hari ini, Kamis malam 15 Desember 2022 dengan tinggi abu mencapai 100 meter dari puncak.

Informasi Gunung Anak Krakatau erupsi dilansir akun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kamis 15 Desember 2022.

“Terjadi #erupsi G. Anak Krakatau pada hari Kamis, 15 Desember 2022, pukul 19:10 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 100 m di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 7 mm dan durasi 182 detik. #PVMBG @id_magma.

Demikian informasi yang disampaikan akun Twitter PVMBG, @PVMBG_.

Sementara itu, laman magma.esdm.go.id memberikan keterangan senada dengan kicauan @PVMBG_ sebagai berikut:

KAMIS, 15 DESEMBER 2022, HARI INI

Gunung Api Anak Krakatau

Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Kamis, 15 Desember 2022, pukul 19:10 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 100 m di atas puncak (± 257 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 7 mm dan durasi 182 detik.

Rekomendasi

Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif.

Pada pagi hari tadi, Gunung Anak Krakatau juga erupsi dengan kolom abu setinggi 100 meter di atas puncak.

Menurut Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hendra Gunawan, kolom abu di puncak Gunung Anak Krakatau teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah timur laut.

Erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 7 mm dan durasi ± 1 menit 9 detik.

"Tapi, tak terdengar suara dentuman," ujar Hendra kepada wartawan seperti dilansir laman pmjnews.com.

Status Gunung Anak Krakatau saat ini adalah pada Level III atau Siaga. Rekomendasi dari PVMBG adalah masyarakat atau wisatawan dan pendaki tidak mendekati gunung.

“Kami juga meminta agar masyarakat beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif,” ujar Hendra Gunawan.

Reporter Admin
Editor Eries Adlin