Nasional

Pagi Ini 14 Desember, Cianjur dan Karangasem Masih Digoyang Gempa Kecil

Oleh: Admin Rabu 14 Des 2022, 09:24 WIB
Foto udara zona bahaya Patahan atau Sesar Cugenang

AYOJAKARTA.COM --  Gempa dengan skala Magnitudo relatif kecil masih terjadi di Cianjur, Jawa Barat, dan Karangasem, Bali, pada pagi ini 14 Desember 2022.

Info gempa tersebut disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) lewat akun Twitter-nya, @infoBMKG, Rabu 14 Desember 2022.

#Gempa Mag:2.4, 14-Dec-2022 08:28:19WIB, Lok:6.78LS, 107.10BT (6 km BaratLaut KAB-CIANJUR-JABAR), Kedlmn:10 Km #BMKG

Disclaimer:Dlm bbrp menit pertama stlh gmp,parameter gmp dapat berubah dan boleh jadi blm akurat,kecuali tlh dianalisis ulang seismolog.”

Demikian cuitan akun Twitter @infoBMKG tentang gempa di Cianjur, Jawa Barat, yang terjadi pada pukul 08:28 pag ini.

#Gempa Mag:3.2, 14-Dec-2022 07:42:17WIB, Lok:8.26LS, 115.58BT (11 km TimurLaut KARANGASEM-BALI), Kedlmn:11 Km #BMKG

Disclaimer:Dlm bbrp menit pertama stlh gmp,parameter gmp dapat berubah dan boleh jadi blm akurat,kecuali tlh dianalisis ulang seismolog.

Begitu keterangan dari @infoBMKG tentang gempa yang terasa di Karangasem, Bali, pagi ini.

Relokasi Warga di Sesar Gugenang

Sebelumnya, BMKG mendorong Pemerintah Daerah Cianjur segera merelokasi permukiman warga di sepanjang zona patahan atau Sesar Cugenang.

Area Sesar Cugenang seluas kurang lebih 9 kilometer persegi tersebut dinyatakan sebagai zona berbahaya untuk dihuni karena rawan gempabumi.

"Pemicu gempa Cianjur Magnitudo 5.6 pada 21 November 2022 lalu adalah patahan atau Sesar Cugenang. Ini adalah sesar yang baru teridentifikasi dalam survei yang dilakukan BMKG," ungkap Dwikorita Kamis 8 Desember 2022.

Dwikorita mengatakan karena jalur patahannya ada di wilayah Cugenang maka dinamakan Sesar Cugenang. Sebelumnya, kata dia, gempa Cianjur diduga disebabkan aktivitas Sesar Cimandiri karena pusat gempa berada di dekat sesar tersebut.

Baca Juga: Dengan Suara Bergetar, Ferdy Sambo Minta Richard Ikut Tanggung Jawab: Jangan Ricky dan Istri Saya Kau Libatkan

Baca Juga: Perhatian! Kalau BSU 2022 Rp600 Ribu Gak Diambil Bakalan Hangus, BLT Subsidi Gaji Dibalikin ke Kas Negara

Namun setelah dilakukan analisis focal mechanism dan sebaran titik gempa-gempa susulan, analisis citra satelit dan foto udara, serta survei lapangan secara detail oleh BMKG terhadap pola sebaran dan karakteristik surface rupture (retakan/rekahan permukaan tanah), sebaran titik longsor, kelurusan morfologi, dan pola sebaran kerusakan bangunan, maka disimpulkan bahwa gempa Cianjur disebabkan oleh sesar baru Cugenang.

Menurut Dwikorita, Sesar Cugenang membentang sepanjang kurang lebih 9 kilometer dan melintasi sedikitnya sembilan desa.

Dari sembilan desa yang dilintasi Sesar Cugenang, delapan di antaranya termasuk Kecamatan Cugenang. Kedelapan desa itu adalah Desa Ciherang, Desa Ciputri, Cibeureum, Nyalindung, Mangunkerta, Sarampad, Cibulakan, dan Desa Benjot. Satu desa terakhir, Nagrak, lokasinya di dalam wilayah Kecamatan Cianjur.

"Karena Sesar Cugenang adalah sesar aktif, maka rentan kembali mengalami pergeseran atau deformasi, getaran dan kerusakan lahan, serta bangunan. Area sepanjang patahan harus dikosongkan dari peruntukkan sebagai permukiman, sehingga jika terjadi gempabumi kembali di titik yang sama, tidak ada korban jiwa maupun kerugian materil," katanya seperti dilansir laman resmi BMKG.

Dwikorita menyampaikan penemuan atau penetapan zona patahan baru ini sangat vital dalam mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi berbagai bangunan yang terdampak gempa, November lalu.

Oleh karena itu, jangan sampai dalam prosesnya, rumah warga maupun berbagai fasilitas umum dan sosial lainnya kembali didirikan di jalur gempa tersebut.

Namun demikian, lanjut Dwikorita, area tersebut bukan berarti tidak bisa dimanfaatkan. Menurutnya, area yang berada di jalur Sesar Cugenang tetap bisa dimanfaatkan untuk keperluan pertanian, kawasan konservasi, lahan resapan, maupun dikembangkan menjadi destinasi wisata dengan konsep ruang terbuka tanpa bangunan permanen.

"Poin utamanya, area lintasan Sesar Cugenang terlarang untuk bangunan tempat tinggal maupun bangunan permanen lainnya," ujarnya.***

Reporter Admin
Editor Eries Adlin