Nasional

Cara Cerdik Putri Candrawathi Mengelabuhi Pakar Mikro Ekspresi, Gesturnya Tidak Terbaca!

Oleh: Awit Wiarni Rabu 14 Des 2022, 06:28 WIB
Kirdy Putra sebagai pakar mikro ekspresi mencoba membaca mimik dan juga gestur dari Putri Candrawathi.

AYOJAKARTA.COM – Sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua digelar pada Senin, 12 Desember 2022, saat itu Putri Candrawathi menjadi saksi untuk 3 terdakwa yaitu Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf.

Kirdy Putra sebagai pakar mikro ekspresi mencoba membaca mimik dan juga gestur dari Putri Candrawathi saat menjawab pertanyaan hakim dalam persidangan.

Menariknya, Putri Candrawathi melakukan suatu ekspresi secara terus-terusan yang dapat mengaburkan pakar dalam membaca ekspresinya.

Baca Juga: Putri Candrawathi Terdiam, Terbata-bata, dan Luar Biasa Lupanya, Bersandiwara?

Stelah melihat bagaimana Putri Candrawathi bereaksi terhadap pertanyaan hakim, menurut Kirdy, Putri dinilai sedang menahan banyak hal.

“Bahwa PC itu benar-benar pada saat ini sedang menahan banyak hal, ditandai dengan bagaimana dia berbicara, hati-hati sekali, intonasinya teratur,” kata Kirdy, dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews, Rabu, 14 Desember 2022,

Selama proses tanya jawab dengan hakim, Putri kerap kali terlihat mengernyit, hal ini tidak luput dari pengamatan Kirdy.

“Kemudian yang paling menarik adalah ekspresi mengernyitkan yang hampir terjadi sepanjang waktu,” ujar Kirdy.

Baca Juga: Inilah 6 Kesaksian Putri Candrawathi yang Dibantah oleh Bharada E dalam Persidangan

Kirdy menjelaskan bahwa ekspresi mengernyit memang sesuatu yang wajar terjadi jika sedang mengingat sesuatu, namun akan janggal jka ekspresi tersebut dilakukan terus menerus di dalam sidang.

“Kalau orang berpikir, mengingat sesuatu dan cukup berat, mengernyit itu adalah salah satu bentuk ekspresi yang ditampilkan, itu wajar,” kata Kirdy.

“Tetepi ada salah satu teknik di dalam ilmu katakanlah desepsi kebohongan, jika seseorang mengernyit maka ekspresi wajahnya akan menurun, kemampuan untuk tampilnya jadi lebih susah untuk kita baca,” ungkapnya menambahkan.

Pakar mikro ekspresi ini pun menjelaskan bahwa ternyata ekspresi mengernyit bisa mengaburkan ekspresi lain sehingga akan susah dibaca.

Baca Juga: Kasus Pelecehan Seksual Putri Candrawathi Ditutup Polisi, Hakim Nilai Ada Maksud Sudutkan Institusi Polri

“Ketika dia mengernyit sepanjang waktu seperti ini terus, ketika dia misalnya nanti mau apakah mau tersenyum, apakah mau sedih segala macem itu sebenernya jadi blur, rancu dengan ketegangan otot yang dilakukan,” jelas Kirdy.

Tidak hanya ekspresi muka Putri Candrawathi saja yang menjadi perhatian tapi cara menjawab Putri juga dinilai aneh.

Bisa dikatakan demikian karena Putri berkali-kali gagal menjawab pertanyaan sederhana dan jawaban yang diberikan terkesan bertele-tele.

Hal ini bisa saja karena ada pertanyaan yang tidak diduga akan ditanyakan atau merupakan pertanyaan yang tidak pernah dilatih sebelumnya sehingga seseorang membutuhkan proses dan waktu lebih lama untuk menjawab pertanyaan.

Baca Juga: Tangisan Putri Candrawathi di Persidangannya, Ungkit Proses Pemakaman Brigadir Yosua

Ini karena tidak adanya persiapan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Diduga adanya sesuatu yang disembunyikan sehingga membuat jawaban yang disampaikan ada yang dilebihkan atau ada yang dikurangi atau bahkan tidak disampaikan.

Namun sebelum sidang ini, Putri telah dinyatakan jujur dengan menggunakan alat lie detector. Menurut Kirdy, lie detector atau polygraph bukan sesuatu yang bisa digunakan di dalam pengadilan.

Penyebabnya adalah polygraph tidak menyatakan sesuatu yang real, hasilnya akan tergantung pada pertanyaan, kondisi subjek saat itu, dan juga tergantung bagaimana pertanyaannya berhubungan dengan kasus.***

Reporter Awit Wiarni
Editor Tedi Rukmana