AYOJAKARTA.COM – Kesaksian Putri Candrawathi pada persidangan terdakwa Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Maruf dibantah oleh Richard Eliezer dengan tegas.
Putri Candrawathi bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta pada Senin, 12 Desember 2022 kemarin.
Bharada E bahkan sempat mengatakan jika Putri Candrawathi telah berbohong di persidangan.
Berulang kali Bharada E atau Richard Eliezer membantah keterangan dari Putri Candrawathi.
“Untuk keterangan dari saksi PC (Putri Candrawathi), ada beberapa hal yang saya catat, menurut saya tidak sesuai atau mungkin saudara PC sendiri yang lupa,” ungkap Bharada E, dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube KOMPASTV, Selasa, 13 Desember 2022.
“Yang pertama di bulan Juni, pada saat itu saya diajak oleh Ibu PC sendiri dan di mobil yang satunya ada Bang Mathius serta almarhum Yosua, juga serta anaknya beliau. Mbak Datia. Itu kami ke arah Kemang sampai akhirnya kita balik ke arah Jalan Bangka, rumah Bangka,” ujarnya.
Saat di rumah jalan Bangka tersebut Bharada E mengatakan jika datang Koh Elben dan kemudian saat dirinya berjaga di luar pagar rumah, keluarlah sosok wanita misterius yang menangis.
Bantahan kedua Bharada E terhadap Putri Candrawathi adalah saat di tanggal 8 perjalanan Magelang ke Jakarta.
Putri Candrawathi mengaku jika dirinya terus tertidur dan tidak ngobrol sama sekali dengan Bharada E, dan Bharada E membantah hal tersebut.
Karena saat diperjalanan sempat ada obrolan di antara keduanya perihal lokasi PCR dimana akan dilakukan sesampainya di Jakarta.
Bantahan Bharada E yang ketiga adalah saat Putri Candrawathi mengaku tidak tahu tempat senjata Ferdy Sambo.
“Ibu PC membantah dan mengatakan lupa pada saat beliau mengajak saya untuk menyimpan senjata di kamar di lantai 3, Yang Mulia,” ungkap Bharada E.
“Dan tadi juga sudah ditanyakan Jaksa Penuntut Umum bagaimana saya mengetahui letak lemari di situ,” tambahnya.
Kemudian Bharada E memberikan bantahan keempatnya terhadap kesaksian Putri Candrawathi.
“Ibu PC tadi bilang tidak tahu pada saat saya mengobrol dengan Bapak FS di lantai 3. Padahal kenyataannya Bapak FS dan saya ngobrol dan pada saat bapak FS menjelaskan tentang skenario serta menyuruh saya untuk menembak Yosua pada waktu itu, Ibu PC itu ada disitu, juga pada saat saya mengisi peluru, menambah amunisi juga ada disitu,” ujar Bharada E.
Baca Juga: Geram! Bharada E Secara Tegas Tegur Putri Candrawathi Berbohong: Seandainya CCTV Ada
“Makanya kalau seandainya CCTV lantai dua dan lantai tiga rumah Saguling serta jalan Bangka itu ada, mungkin semua akan lebih terang dan mungkin ibu tidak akan berani berbohong di depan peradilan!” tegas Bharada E.
Kemudian bantahan selanjutnya Bharada E adalah saat kejadian penembakan terhadap Yosua di Duren Tiga.
Saat itu Putri Candrawathi berada di dalam kamar dan mengaku jika pintu kamar ditutup.
Namun Bharada E membantah jika saat itu pintu kamar dilihatnya terbuka setengah. Bahkan kesaksian itu tak hanya datang darinya saja.
Beberapa saksi lain seperti Adzan Romer juga pernah mengungkapkan hal yang sama bahwa kamar Putri Candrawathi terbuka setengah.
Bantahan terakhir Bharada E adalah saat Putri Candrawathi mengaku tidak tahu perihal pemberian uang dan ponsel.
“Ibu mengatakan tidak tahu tentang pemberian uang dan HP, Yang Mulia, padahal tadi sudah ada (bukti foto), nanti dihadirkan besok. Foto tersebut di situ ada gambar tangan ibu PC menggunakan gelang yang sama dengan saat ini dan juga ada potongan kaki dari Bapak FS memakai sandal,” ungkap Bharada E.***