AYOJAKARTA.COM – Ferdy Sambo berulang kali menyatakan dirinya tidak ikut menembak Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J sehingga tewas.
Terakhir, hal itu dia sampaikan ketika menjadi saksi dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Yosua dengan terdakwa Kuat Ma’ruf, Richard Eliezer atau Bharada E, dan Ricky Rizal alias Bripka RR pada pekan lalu.
Menanggapi hal itu, kuasa hukum Keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menyebutkan bantahan dari Ferdy Sambo merupakan haknya sebagai terdakwa.
“Dia kan terdakwa. Terdakwa atau tersangka itu kan punya hak ingkar. Apalagi dia ancamannya kan hukuman mati,” ujar Kamaruddin saat dihubungi pmjnews.com, Minggu 11 Desember 2022.
Menurut Kamaruddin, Ferdy Sambo membantah dia ikut menembak Brigadir J karena takut dihukum mati dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Yosua itu.
“Sebetulnya FS (Ferdy Sambo) takut dihukum mati. Jadinya dia berusaha berbohong, padahal sebetulnya berbohong itu justru makin menjerat dia,” kata Kamaruddin.
Kamaruddin justru memberikan saran kepada Ferdy Sambo agar berterus-terang dalam memberikan kesaksian. Dengan begitu, Hakim jada akan lebih bersimpati dan tidak menjadi sesuatu hal yang dipandang memberatkan.
“Justru sebetulnya lebih bagus dia berterus-terang supaya hakim ada simpati. Kalau dia berterus-terang dan mengaku salah karena berbelit-belit itu dipandang memberatkan kan gitu,” kata Kamaruddin.
Kuasa hukum Keluarga Yosua itu menyebut kebohongan Ferdy Sambo dapat dilihat dari gestur ketakutan Sambo dalam persidangan, seperti memegang microphone (mic) dengan dua tangan.
“Jadi perubahan-perubahan seperti itu lazim terjadi, karena kalau kita liat gestur tubuhnya kan dia juga ketakutan. Liat mukanya juga tidak segagah yang dulu lagi. Pegang mic-nya juga sampai dua tangan itu seperti orang yang lagi sangat ketakutan,” katanya.
Kronologi Penembakan Yosua Versi Ferdy Sambo
Bantahan Ferdy Sambo bahwa dia ikut menembak Yosua disampaikan pada sidang yang berlangsung, Rabu 7 Desember 2022, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Ferdy Sambo hadir mengenakan kemeja warna putih.
Seperti ditayangkan oleh kanal YouTube Kompas TV, Dalam kesaksiannya, Ferdy Sambo menceritakan versinya tentang kejadian penembakan terhadap Yosua.
“Saya masuk ke dalam, ketemu Kuat. Saya sampaikan ke Kuat, ‘Mana Yosua, panggil,” kata Ferdy Sambo menceritakan.
“Setelah itu Yosua masuk bersama Kuat, dan Ricky di belakangnya. Begitu masuk, saya sudah emosi waktu itu karena mengingat perlakukan Yosua kepada istri saya,” kata Ferdy Sambo.
“Saya kemudian berhadapan dengan Yosua. Saya sampaikan ke Yosua ‘Kenapa kamu tega sama Ibu’?” tanya Ferdy Sambo kepada Yosua.
Baca Juga: BPOM Tarik Lagi Izin Edar 32 Obat Sirup, Cek Apakah Ada di Rumah Ya
Melanjutkan ceritanya, Ferdy Sambo mengaku jawaban Yosua tidak seperti yang diharapkan.
“Dia (Yosua) malah menanya balik, ‘ada apa komandan’, seperti menantang. Saya kemudian lupa, tidak bisa mengingat lagi. Saya bilang, ‘kamu kurang ajar’,” kata Ferdy Sambo.
Lantas Ferdy Sambo mengatakan, “saya perintahkan Richard, untuk hajar Chard.”
“Bagaimana cara saudara memerintahkan Richard?” tanya Hakim.
“Hajar Chard, kamu hajar Chard. Kemudian ditembaklah Yosua, sambil maju, sampai roboh. Itu kejadian cepat sekali, tidak sampai sekian detik Karena cepat sekali penembakan itu.”
“Saya kaget, kemudian saya sampaikan, setop berhenti. Begitu melihat Yosua jatuh kemudian sudah ada berlumuran darah, saya jadi panik yang Mulia. Saya tidak tahu bagaimana harus menyelesaikan penembakan ini.”
Baca Juga: 1 Juta Pekerja Belum Cairkan BSU 2022, Begini Cara Cek Penerima dan Tarik BLT Subsidi Gaji
“Terus,” tanya Haikim.
“Kemudian saya berpikir, dengan pengalaman saya, yang paling memungkinkan bahwa peristiwa penembakan ini adalah tembak-menembak Yang Mulia. Akhirnya kemudian saya melihat ada senjata Yosua di pinggang, saya kemudian mengambil dan mengarahkan tembakan ke dinding.”