Nasional

Waspada Resesi Pertumbuhan Penduduk, Beberapa Kota di Indonesia Sudah Sampai Pada Angka 0

Oleh: Awit Wiarni Minggu 11 Des 2022, 17:59 WIB
Waspada Resesi Pertumbuhan Penduduk, Beberapa Kota Sudah Sampai Pada Angka 0

AYOJAKARTA.COM--Munculnya tren childfree semakin merebak, yang merupakan sebuah keputusan atau pilihan hidup untuk tidak memiliki anak. Hal ini lambat laun akan mengakibatkan adanya resesi pertumbuhan penduduk.

Resesi pertumbuhan penduduk diperkirakan akan semakin menguat dalam 20 waktu tahun mendatang apabila tren tersebut semakin marak.

Adanya resesi pertumbuhan penduduk bisa disebabkan karena adanya urbanisasi dan inflasi yang membuat masyarakat jadi berfikir dua kali untuk memiliki anak.

Baca Juga: Tak Kalah Jauh dari Erina Gudono, Kalung Mewah Nagita Slavina Dinilai Lebih ‘Wow’ di Nikahan Kaesang

Dilansir AyoJakarta.com dari akun Twitter @Strategi_Bisnis pada Minggu (11/12/2022), menurut data disebutkan bahwa beberapa kota di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami pertumbuhan penduduk di angka 0.

Dulunya masyarakat pernah khawatir akan adanya ledakan penduduk atau bonus demografi, namun ternyata ada yang lebih bahaya dari itu, yaitu krisis penduduk.

Bonus demografi adalah terjadinya ledekan jumlah penduduk sehingga mengakibatkan penduduk di usia kerja akan jauh lebih banyak dibanding penduduk yang bukan usia kerja dan akan berdampak sulitnya mendapatkan pekerjaan.

Elon Musk pernah mengatakan bahwa yang perlu ditakuti bukan ledakan penduduk tapi sebaliknya, akan makin banyak negara yang alami krisis penduduk.

Baca Juga: Dalam Hitungan Menit Penduduk Bumi Tembus 8 Miliar Orang, Kurang 10 Ribu Orang Lagi

Para ahli demografi telah menghitung puncak jumlah penduduk dunia akan terjadi pada tahun 2150 dengan jumlah 12 miliar penduduk.

Setelah tahun itu maka akan mengalami penurunan jumlah penduduk secara signifikan, jika tren childfree terus terjadi maka sangat mungkin akan ada kepunahan.

Selain Indonesia, negara Korea dan Jepang mengalami krisis penduduk yang paling parah. Korea sendiri hanya memiliki Total Fertility Rate (TFR) atau angka kesuburan sebesar 0,85.

Baca Juga: Benarkah Anak Sulung Ferdy Sambo Ditangkap karena Ulah Orangtuanya?

TFR merupakan angka kesuburan atau rata-rata anak per ibu. Kerena banyaknya ibu yang tidak melahirkan jadi angka TFR Korea bahkan tidak menyantuh angka 1.

Negara bisa dinyatakan tidak mengalami krisis penduduk jika TFRnya minimal 2,1. Yang terjadi jika sebuah negara memiliki TFR kurang dari angka tersebut maka akan mengalami krisis demografi.

Sekarang ini sudah banyak negara-negara dengan angka TFR di bawah 2 diantaranya adalah Korea, Jepang, Thailand, dan banyak negara di Eropa.

Baca Juga: Akankah Indonesia Terkena Dampak Resesi Ekonomi 2023? Airlangga Hartarto: Indonesia Akan Dapat Windfall Profit

TFR Indonesia saat ini masih di angka 2,2 namun terus mengalami penurunan dengan maraknya tren childfree.

Dengan demikian maka butuh penanganan dari pemerintah karena bahayanya hal ini. Negara China mengalami keterlambatan dalam menghapuskan kebijakan One Child Policy. Akibatnya China mengalami krisis penduduk hingga ke tingkat akut.

Diharapkan Indonesia dapat menentukan waktu yang tepat untuk mengurangi gerakan KB, jangan sampai terlambat bertindak seperti China.

Baik resesi pertumbuhan penduduk maupun bonus demografi adalah keadaan yang akan sulit dihadapi, pemerintah sebaiknya mengambil peran untuk dapat menyeimbangkan pertumbuhan penduduknya.***

Reporter Awit Wiarni
Editor Kiki Dian Sunarwati