AYOJAKARTA.COM – Gempa Megathrust yang berpotensi terjadi di Pulau Jawa masih menjadi isu yang hangat untuk diperbincangkan belakangan ini.
Apalagi dengan hadirnya berbagai bencana gempa bumi di Pulau Jawa, memperkuat isu tentang Gempa Megathrust yang berpotensi terjadi di Pulau Jawa.
Gempa Megathrust dengan kekuatan yang sangat tinggi diperkirakan terjadi di area Pulau Jawa dengan rentang waktu selama 400 tahun sekali.
Baca Juga: Sah! Kaesang dan Erina Gudono Resmi menjadi Suami Istri
Disebutkan bahwa guncangan tersebit bisa terjadi menjadi dua bagian, yaitu bagian barat dan timur.
Gempa Megathrust yang terjadi di wilayah Jawa Barat diperkirakan memiliki kekuatan 8,9 M.
Sedangkan untuk Jawa Tengah dan Timur, Gempa Megathrust diperkirakan akan terjadi dengan kekuatan 8,8 M.
Di sisi lain, ada skenario lain ketika kedua gempa tersebut bergabung menjadi satu menghasilkan gempa Megathrust dengan kekuatan 9,1 M.
Baca Juga: Sering Bergurau dan Humoris, Kaesang Tetap Tegang dan Nervous Jelang Ijab Kabul dengan Erinda Gudono
Gelombang Tsunami Megathrust
Berkaitan dengan Gempa Megathrust, ada salah satu penelitian yang pernah dilakukan oleh mahasiswa dan dosen Universitas Negeri Yogyakarta.
Penelitian tersebut dilakukan untuk menentukan waktu datang gelombang, tinggi gelombang, dan pemetaan zona rawan dampak gelombang tsunami akibat gempa bumi Megathrust di selatan Jawa
Hasil penelitian menunjukkan waktu tempuh gelombang tercepat untuk magnitude 7 Mw di Kabupaten Sukabumi dengan waktu 28 menit, magnitude 8 Mw terjadi di Kabupaten Garut dengan waktu 26 menit, dan magnitude 9 Mw pada Kabupaten Garut dengan waktu 29 menit.
Ketinggian gelombang terbesar untuk magnitude 7 Mw pada Kabupaten Tasikmalaya (0,61 meter), magnitude 8 Mw pada Kabupaten Tulungagung (2,29 meter), dan magnitude 9 Mw pada Kabupaten Tasikmalaya (10 meter).
Baca Juga: Rizky Febian Bongkar Isu Perselingkuhan Teddy Pardiyana hingga Jual Aset dengan Mantan Istri Sule
Jangkauan Run Up gelombang terbesar magnitude 7 Mw, 8 Mw, dan 9 Mw menunjukkan daerah rawan yaitu pada Kabupaten Tasikmalaya.
Waktu tempuh gelombang tsunami paling cepat untuk magnitude 7 Mw terjadi pada Kabupaten Sukabumi dengan waktu 28 menit.
Sedangkan untuk magnitude 8 Mw waktu tempuh tercepat terletak pada Kabupaten Garut yaitu 26 menit, dan untuk magnitude 9 Mw ditempuh dengan waktu 29 menit terletak pada Kabupaten Garut.
Baca Juga: Kuat Ma'ruf Tak Tahan Dicecar di Persidangan, Laporkan Hakim ke Komisi Yudisial
Ketinggian gelombang tsunami terbesar untuk magnitude 7 Mw terletak pada pesisir Kabupaten Tasikmalaya yaitu 0,61 meter.
Sedangkan untuk magnitude 8 Mw terletak pada Kabupaten Tulungagung dengan tinggi gelombang 2,95 meter, dan untuk magnitude 9 Mw nilai tertinggi terletak pada Kabupaten Tasikmalaya dengan tinggi gelombang 10 meter.
Tinggi Run Up menjadi salah satu faktor jangkauan Run Up karena jika nilai Run Up semakin inggi maka gelombang air yang mencapai daratan akan semakin besar.
Semakin besar magnitude gempa maka semakin besar pula nilai Run Up tsunami, sehingga hal tersebut juga berpengaruh pada jangkauan Run Up yang semakin besar
Jangkauan Run Up gelombang tsunami terbesar untuk magnitude 7 Mw, 8 Mw, dan 9 Mw adalah pada Kabupaten Tasikmalaya dengan jangkauan untuk magnitude 7 Mw yaitu 1.938,38 meter, sedangkan untuk magnitude 8 Mw yaitu 6.674,82 meter, dan untuk 9 Mw yaitu 25.384,68 meter.
Sebagai catatan, 'Run Up' diketahui sebagai jarak vertikal maksimum yang terkena rayapan gelombang yang mengenai pantai atau daratan.***