AYOJAKARTA.COM – Ada potensi tsunami setinggi 34 meter yang dipicu oleh Gempa Megathrust di Selatan Pulau Jawa dan Barat Daya Pulau Sumatra.
Potensi tsunami setinggi 34 meter gegara Gempa Megathrust diungkapkan oleh pakar tsunami dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Widjo Kongko.
Namun, Widjo Kongko menegaskan bahwa tidak ada yang dapat memprediksi waktu pasti kapan bakal terjadinya Gempa Megathrust yang berakibat tsunami setinggi 34 meter tersebut.
Meski begitu, masyarakat dan pemerintah harus waspada dengan potensi tsunami dan Gempa Megathrust dengan menyiapkan upaya mitigasi secara lebih serius dan segera.
Widjo Kongko menyampaikan pandangannya tentang tsunami dan Gempa Megathrust itu menganggapi penelitian terbaru yang dirilis jurnal peneltian Pepen Supendi dan tim dari Badan Meteorologi Geofisika dan Klimatologi (BMKG).
Penelitian tersebut bertajuk Natural Hazards tentang potensi tsunami dari Gempa Megathrust di selatan Pulau Jawa.
Baca Juga: BPOM Tarik Lagi Izin Edar 32 Obat Sirup, Cek Apakah Ada di Rumah Ya
Hasil penelitian yang terbit pada Oktober 2022 menyatakan Gempa Bumi Megathrust dengan magnitude 8,9 berpotensi menimbulkan tsunami dengan tinggi gelombang mencapai 34 meter.
Potensi tsunami tersebut patut diwaspadai khususnya bagian Selatan Jawa dan Barat Daya Sumatra. Selanjutnya tsunami diperkirakan bakal merembet melalui Selat Sunda memasuki Pantai Utara Jawa dan Tenggara Timur Sumatra.
Selain itu, Widjo juga menyebut bahwa dampak yang ditimbulkan akan lebih besar dibandingkan dengan kejadian tsunami di Aceh.
“Oleh karena itu, perlu adanya upaya mitigasi dan peningkatan kewaspadaan dan khususnya sistem peringatan dini dan jalur serta tempat evakuasinya,” ungkap Widjo Kongko saat melakukan wawancara secara langsung di Metro TV, pada Minggu 6 November 2022 seperti dilansir laman BRIN.
Adapun definisi Gempa Megathrust, menurut EOS Science News dari American Geophysical Union, adalah pecahnya batas lempeng yang terjadi di bidang kontak dua lempeng tektonik yang bertemu di zona subduksi.
Akibat adanya gerakan relatif antar lempeng tidak terbendung dan tekanan terkumpul di area dua lempeng, sehingga pelepasanya melalui gempa dahsyat yang disebut Megathrust.
Pada akhir wawancara, Widjo Kongko mengingatkan bahwa hasil penelitian tersebut harus ditanggapi serius karena dampaknya berpotensi katastropik dan luar biasa.
Baca Juga: Kisah Asmara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Balik Penembakan Terhadap Yosua
Baca Juga: So Sweet, Ternyata Putri Candrawathi Cinta Pertama Ferdy Sambo Sejak 1 SMP
Daerah tepi pantai di seluruh kepulauan khususnya daerah Jawa dan Sumatra termasuk negara sekitar Samudera Hindia perlu waspada dan meningkatkan upaya mitigasinya.
Mitigasi bencana yang sudah ada harus segera dikaji ulang dan dievaluasi apakah sudah cukup untuk mengatasi potensi Gempa Bumi Megathrust dan tsunaminya dari kajian terbaru tersebut.
“Reviu kembali dokumen rencana kontijensi dan rencana operasisi, peta-peta jalur evakuasi, sistem peringatan dini untuk mitigasi tsunami terutama di wilayah pesisir Jawa Sumatra. Serius dan segera,” ujar Widjo Kongko.
Demikian penjelasan dari pakar BRIN tentang adanya potensi tsunami setinggi 34 meter dan gempa Megathrust di Selatan Pulau Jawa dan Barat Daya Sumatra.***