AYOJAKARTA.COM – Sesar Baribis disebut sebagai sesar yang memiliki keterkaitan yang erat dengan ibukota Jakarta.
Sesar ini ternyata memiliki beberapa sejarah yang sebabkan gempa besar hingga merusak Jakarta.
Oleh karena itu, diperlukan langkah mitigasi untuk meminimalisir dampak yang diakibatkan oleh sesar ini.
Dikutip AyoJakarta.com dari @dmiiofficial, sesar baribis pernah menyebabkan gempa di Jakarta pada tahun 1780, 1699, dan 1834.
Baca Juga: Kuat Maruf Laporkan Ketua Majelis Hakim ke Komisi Yudisial dan MA, Alasannya Karena Hal Ini..
Gempa ini bahkan sampai merusak beberapa bangunan yang ada di Ibukota Jakarta ini.
Berikut merupakan sejarah gempa kuat yang terjadi di Jakarta akibat dari aktivitas sesar baribis.
1. Jakarta, 22 Januari 1780
Gempa ini bahkan disebut sebagai gempa bumi terbesar yang pernah terjadi di Jawa, dengan kekuatan M 8,5.
Seusai gempa, ledakan dahsyat berlangsung selama 2 menit dari Gunung Salak hingga ke Batavia.
2. Jakarta, 10 Oktober 1834
Gempa ini diprediksi berkekuatan sekitar M 7,0 dengan guncangan yang sangat parah di beberapa daerah.
Guncangan dirasakan di daerah Batavia, Banten, Karawang, Bogor, dan Priangan. Bahkan, gempa ini juga terasa hingga ke Tegal dan Lampung Barat.
3. Jakarta, 5 Januari 1699
Gempa besar ini merusak hingga 40 bangunan hingga menyebabkan sebagian bangunan Istana Bogor ikut ambruk.
Selain itu, kerusakan terparah dikabarkan turut dirasakan sampai ke wilayah Cianjur yang menyebabkan mayoritas bangunan roboh.
Dilihat dari sejarah yang pernah terjadi, Jakarta memang sudah lama tidak diguncang dengan gempa akibat sesar baribis.
Akan tetapi, harus selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi bencana ini dengan menerapkan langkah mitigasi sebagai berikut yang dikutip dari @iresgeneration.
· Mengenali struktur dan letak rumah
· Merenovasi ulang struktur bangunan yang telah rapuh
Baca Juga: Gara-gara Ferdy Sambo, Arif Rahman Sampai Menangis di Tengah Persidangan, Mengapa?
· Mengetahui jalur evakuasi di tempat anda berad
· Berlatih melakukan evakuasi dan menggunakan alat P3K
· Mencatat nomor telepon penting yang bisa dihubungi bila terjadi gempa
· Selalu mematikan air, gas, listrik jika tidak digunakan
· Memposisikan perabotan menempel pada dinding dengan dipaku atau diikat untuk menghindari jatuh.***