Nasional

Terungkap Alasan Lansia Mengaku Ratu Adil dan Imam Mahdi yang Buat MUI hingga Polisi Turun Tangan

Oleh: Tim AYO 07 Rabu 07 Des 2022, 10:08 WIB
Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin.

AYOJAKARTA.COM -- Terungkap sudah alasan pasangan lanjut usia (lansia) yang mengaku Ratu Adil dan Imam Mahdi yang beberapa belakangan heboh diperbincangkan publik.

Pasangan lansia itu mengaku sebagai Ratu Adil dan Imam Mahdi dari Republik Kutatandingan Dunia Jawa Barat, seempat mengegerkan warga Kabupaten Karawang.

Diberitakan Republika pada Rabu, 7 Desember 2022, berdasarkan penelusuran, video yang membuat MUI hingga polisi turun tangan itu dibuat di wilayah Kabupaten Bogor, tepatnya di Kecamatan Jonggol.

“Setelah kami telusuri ternyata pembuatan video tersebut ada di Jonggol, Kabupaten Bogor,” kata Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin, Selasa, 6 Desember 2022 malam.

Iman mengungkapkan, pasangan lansia tersebut merupakan warga Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Keduanya telah mengakui bahwa video tersebut merupakan mereka sendiri.

Kepada polisi, lanjut dia, keduanya juga mengaku memiliki pemahaman yang lain tentang keberadaan Imam Mahdi. Saat ini, kedua lansia tersebut telah berada di Polres Bogor.

“Iya sementara dari hasil berita acara interview yang kami lakukan, yang bersangkutan mengakui bahwa itu adalah videonya. Kemudian mengakui juga bahwa yang bersangkutan memiliki pemahaman dan ajaran yang berbeda dengan yang selama ini diyakini tentang keberadaan Imam Mahdi tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, jajaran pemerintah desa, kecamatan, MUI, hingga kepolisian turun tangan sejak muncul video viral ini beberapa waktu lalu.

Namun dari hasil penelusuran, rumah yang dijadikan 'singgasana' di Hutan Kutatandingan, Karawang, itu sudah kosong ditinggalkan.

Meski belum membuahkan hasil, sejumlah informasi sudah dikantongi terkait kemunculan dua lansia tersebut. Mereka ternyata warga pendatang yang beraktivitas menggarap lahan di Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel, Karawang.

"Dia bukan orang situ ternyata. Pelaku itu sudah lima tahun di sana, dia punya lahan garapan seluas dua hektare, jadi mereka di sana menggarap lahan itu," kata Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Karawang Sujana Ruswana.*** (Republika)

 
Reporter Tim AYO 07
Editor Tedi Rukmana