Nasional

Gunung Kerinci Alami Erupsi dan Mengeluarkan Abu Tebal, Warga Sekitar Diimbau Waspada

Oleh: Mohammad Sayed Khatami Selasa 06 Des 2022, 20:43 WIB
Gunung Kerinci alami erupsi, masyarakat diimbau waspada

AYOJAKARTA.COM--Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan adanya peristiwa erupsi pada Gunung Kerinci pada Selasa (6/12/2022) sekitar pukul 08.22WIB.

Diketahui, Gunung Kerinci memiliki ketinggian 3.805 Mdpl dan berada di perbatasan Provinsi Sumatera Barat dan Jambi.

Irwan Safwan selaku petugas pos pengamat Gunung Kerinci, menyebutkan tinggi abu vulkanik yang terpantau setinggi 700 meter di atas puncak gunung.

Baca Juga: Kasus Tambang Ilegal Memasuki Babak Baru, Ismail Bolong Berhasil Diperiksa Bareskrim Polri

Dari abu vulkanik di atas Gunung tersebut, terlihat warna kelabu sampai hitam dengan intensitas yang tebal menuju ke arah barat daya.

Berdasarkan keterangan Irwan, dari peristiwa erupsi tersebut masyarakat masih beraktivitas seperti biasa, meski Gunung tertutup kabut.

“Untuk warga tidak ada evakuasi. Masyarakat masih beraktivitas seperti biasa. Kondisi Gunung Kerinci saat ini tertutup kabut,” ujar Irwan Safwan dikutip dari pmjnews.com dalam artikel Gunung Kerinci Alami Erupsi, Warga Dilarang Aktivitas pada Radius Bahaya!

Berdasarkan laporan PVMBG, erupsi Gunung Kerinci ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 3 milimeter dan durasi 60 detik.

Baca Juga: Update Kasus Pemerkosaan Prajurit Wanita Kostrad oleh Paspampres, Jenderal Andika Perkasa Buka Suara!

Saat ini, masyarakat maupun pendaki yang berada di sekitar Gunung Kerinci dilarang untuk melakukan pendakian di kawah dekat puncak Gunung yang aktif.

Warga sekitar juga dilarang untuk melakukan aktivitas di dalam radius bahaya, yakni tiga kilometer dari kawah Gunung yang aktif.

Selain itu, Irwan juga mengimbau perubahan jalur penerbangan di sekitar Gunung Kerinci yang sedang erupsi.

Baca Juga: Ferdy Sambo Buka-bukaan Tentang Isu Perselingkuhannya dengan 'Si Cantik', Begini Katanya

Himbauan tersebut dilakukan untuk menghindari resiko kecelakaan pesawat, karena Gunung masih memiliki potensi letusan abu yang dapat mengganggu penerbangan.

“Juga dengan jalur penerbangan. Sebaiknya jalur penerbangan di sekitar Gunung dihindari karena sewaktu – waktu masih memiliki potensi letusan abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu jalur penerbangan,” jelasnya.***

 

Reporter Mohammad Sayed Khatami
Editor Kiki Dian Sunarwati