Nasional

Ternyata Ini Alasan Richard Eliezer Takut pada Ferdy Sambo dan Menutupi Rencana Pembunuhan Yosua

Oleh: Cita Aryani. M Senin 05 Des 2022, 18:57 WIB
Saat sidang, Richard Eliezer mengungkapkan alasan kenapa dia membongkar skenario palsu tentang pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

AYOJAKARTA.COMRichard Eliezer Pudihang Lumiu mengungkapkan alasan kenapa dia membongkar skenario palsu tentang pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang dibuat oleh mantan Kepala Divisi Propam Polri, Ferdy Sambo.

Sebelumnya diketahui, Richard Eliezer mengaku bahwa kematian Yosua terjadi karena tembak menembak dengannya.

Ia menyatakan Brigadir Yosua menembak terlebih dahulu setelah ketahuan keluar dari kamar istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, di rumah dinas Sambo di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat, 8 Juli 2022. Skenario palsu ini merupakan karangan Sambo.

Baca Juga: Kuasa Hukum Bripka RR Sentil Bharada E, Tak Ingatkan Ricky Saat Amankan Senjata Yosua, Eliezer Justru ....

Kemudian dalam persidangan, Richard Eliezer mengaku bahwa dirinya takut dan tertekan usai Ferdy Sambo menyampaikan skenario pembunuhan Yosua tersebut. 

"Kenapa saudara tidak kasih tahu Yosua? Apa yang jadi kendala saudara?," tanya kaksa ke Richard di persidangan di PN Jakarta Selatan pada 30 November 2022

"Saya merasa takut, saya tertekan dan tidak tahu mau ngomong ke siapa dan saya berdoa. Saya tidak tahu mau cerita ke siapa," jawab Eliezer.

Baca Juga: Terungkap! Ini Dia Pembelaan Terakhir Bharada Richard Eliezer untuk Brigadir Yosua, Janji Berkata Jujur

"Ini bapak mau bunuh bang Yos. Takutnya saya cerita ketahuan bapak saya jadi korban juga," jawab Richard Eliezer.

"Takut sama bapak kalau sampai ketahuan saudara jadi korban juga," tanya Jaksa dalam memastikan kebenaran dari ucapan Richard. 

"Betul, Bapak, "jawabnya kembali.

Baca Juga: Resmi! LPSK Ajukan Keringanan Hukuman Richard Eliezer, Begini Penjelasan Lengkapnya

Selanjutnya Richard menjelaskan bahwa Putri masuk bersama kuat yang membawa tas PC dan setelah itu ia mengaku bahwa tidak melihat apa yang dilakukan Kuat setelahnya.***

Reporter Cita Aryani. M
Editor Tedi Rukmana