Netizen

Selamat Tahun Baru

Oleh: Admin Rabu 01 Jan 2020, 07:36 WIB
Jaya Suprana/Dok pribadi

Naskah ini ditulis pada tanggal 1 Januari 2020 sebagai hari pertama tahun yang baru yaitu 2020. Sebuah Tahun Baru senantiasa menarik untuk ditelaah dari berbagai aspek. Misalnya 2020 merupakan titik tahun peralihan dasawarsa ke dua abad ke dasawarsa ke tiga abad XXI.

Pada tahun 2020 bangsa Indonesia mendirgahayu 100 tahun kelahiran Bung Tomo, R. Soeprapto, Soedarpo Sastrosatomo, Nyi Tjondrolukito, Bambang Utoyo, Wiriadinata, Andi Mattalata, P.K. Oyong, T.B. Simatupang, Rendra Karno, Alex Kawilarang, Alfred Simanjuntak, Satyawati Suleiman, Utuy Tatang Sontani dan para tokoh nasional lain-lainnya yang dilahirkan pada tahun 1920 sebagai titik peralihan dasawarsa ke dua ke dasawarsa ke tiga abad XX.

Angkamologi  

Sementara berdasar terawang angkamologis, angka  2020 terdiri dari dua angka 2, dua angka 0 dan dua angka 20 dan satu angka 202 yang diakhiri dengan satu angka 2.

Secara matematikal, 2020 bukan tergolong angka prim sebab bisa dibagi dengan angka 2, 4, 5, 10, 202 di samping 2020 sendiri.

Menarik adalah fakta bahwa 2020 bukan merupakan deretan angka bersifat palindrom, namun tahun 2020 sebagai angka kalender menunjuk tahun namun mengandung sebuah tanggal bersifat palindrom yaitu 2 Februari 2020 = 02/02/2020 = 02022020 yang jika dibaca dari kiri ke kanan mau pun sebaliknya dari kanan ke kiri tetap bertahan 02022020.

Sementara tahun 2020 memiliki sebuah tanggal bersifat palindrom maka secara komparatif matematikal 2020 memiliki keajaiban setara dengan tahun 2011 yang juga memiliki sebuah tanggal palindrom juga pada bulan Februari yaitu 11 Februari 2011 = 11/ 02/ 2011 = 11022011 yang apabila disusun terbalik dari kanan ke kiri tetap 11022011.

Supranatural

Di khasanah ramal-meramal, tahun 2020 potensial didayagunakan sebagai produk industri  supranatural laris manis dikonsum konsumen yang fanatik ingin tahu apa saja akan terjadi di masa depan. Di satu sisi, tahun 2020 siap dianggap sebagai tahun sial oleh para penyandang tetrafobia alias percaya bahwa angka 4 sebagai total hasil penjumlahan angka 2 + 0 + 2 + 0 = 4 adalah angka sial.

Namun di sisi lain, tahun yang sama juga harus siap ditafsirkan oleh para tetrafiliak alias mereka yang yakin  angka 4 adalah angka keberuntungan sebagai tahun penuh keberuntungan. Namun ketimbang mubazir mengurus tahayul, adalah lebih bermakna saya mengucapkan kepada para pembaca naskah ini: “SELAMAT TAHUN BARU.”

 

Jaya Suprana
Penulis mengharap pada tahun 2020 Indonesia makin gemah ripah loh jinawi, tata tenteram kerta rahardja

 

Reporter Admin
Editor Widya Victoria