Netizen

Tabayyun Menghadapi Berita

Oleh: Admin Kamis 21 Nov 2019, 09:50 WIB
Jaya Suprana/Dok pribadi

Tidak ada hujan, tidak ada angin mendadak beberapa teman menyampaikan setuju meski juga ada yang tidak setuju terhadap suatu perilaku yang saya merasa tidak pernah melakukannya. 

Ternyata di luar pengetahuan mau pun dugaan saya terberitakan oleh berbagai media bahwa Jaya Suprana telah menugaskan seorang kuasa hukum untuk resmi melaporkan Sukmawati Sukarnoputeri ke polisi atas dugaan penistaan agama.

Bukan Jaya Suprana 

Atas budi baik teman saya yang mahaguru politik internasional merangkap pimpinan RMOL.ID serta pendiri Asosiasi Media On Line yang memimpin gerakan anti berita hoax, Teguh Santosa yang melakukan tabayyun investigasi jurnalistik akhirnya dapat diketahui bahwa berita itu memang keliru. 

Ternyata memang benar bahwa ada yang ikut melaporkan Sukmawati Sukarnoputri ke Mabes Polri atas dugaan penistaan agama namun sebenarnya yang melakukannya bukan Jaya Suprana. Yang ikut melaporkan putri Bung Karno sebenarnya adalah seorang kader parpol tertentu bernama Dian Pranajaya.

Tabayyun 

Meski sudah terbukti bahwa berita saya melaporkan Sukmawati ke polisi adalah benar-benar tidak benar adanya namun peristiwa naas bagi saya tersebut sekaligus membuktikan bahwa berita hoax memang apa boleh buat suka tak suka senantiasa ikut merajalela bersama berita bukan hoax sehingga memang sulit diketahui yang mana yang hoax dan yang mana bukan hoax. 

Apalagi di media sosial di mana setiap insan manusia bisa membuat berita sesuai kehendak bahkan selera masing-masing baik sengaja mau pun tidak sengaja, resiko beredarnya berita hoax makin menjadi-jadi menjadi berita jadi-jadian. Maka masyarakat perlu bersikap lebih bijak sebelum mencerna berita.

Sebelum melakukan perilaku menghakimi sesuatu yang diberitakan, sebaiknya masyarakat melakukan langkah tabayyun demi cermat dan seksama menelaah kebenaran sebuah berita agar jangan konyol tersedak akibat menelan berita hoax.

 

Jaya Suprana 
Penulis tidak ingin menjadi korban berita hoax  

Reporter Admin
Editor Widya Victoria