Mungkin memang sudah terbalik, yang di dalam demo tidak habis-habis seperti tidak ada hal lain yang lebih bermanfaat, sedang yang jauh dari ribuan kilometer mengagumi karya-karya leluhur kita sepenuh jiwa mereka. Bersedia bersusah payah naik turun jalan terjal mengunjungi situs dan Candi dengan usia yang tidak lagi muda. Semua penuh bahagia, untuk dikenang dalam ingatan, dan menjaganya dalam persahabatan.
Ini kedua kalinya saya ikut serta dalam kegiatan ini.
Hari pertama, perjalanan di mulai dari Patirtan Jolotundo desa Seloliman Trawas- Mojokerto pukul 08.30. Dengan rute melewati 2 situs yang belum ada nama, jalan makin menanjak dan sedikit terasa sulit buat mereka, tapi semangat itu tidak terlihat surut. Kami lanjut menuju Candi Kursi, Goa Buyung, Kama III, menanjak lagi dan belok kanan menuju Candi Kendalisodo yang eksotik dan indah.
Sampailah kami disini pukul 11.15, cukup lama kami berhenti di candi ini, minum teh dan ngobrol asyik di bawah Pohon Nangka yang cukup rimbun. Setelah puas melihat dan mendengarkan cerita tentang relief yang berada di Candi ini, pukul 12.00 kami lanjutkan perjalanan menaiki Puncak Bekel. Wuuuih panas sekali, kendati angin juga bertiup kencang.
Setelah melewati punggungan Puncak Bekel, kami turun menuju Candi Naga 1 untuk makan siang, ngopi-ngeteh asyik. Trip kali ini para tamu menikmati perjalanan dengan senikmat-nikmatnya, ada yang sempat ketiduran, semua ambil posisi rebahan serasa di negeri dan halaman rumah sendiri. Cukup lama dan kami biarkan mereka menikmati kedekatan diri dengan alam Indonesia. Sekitar 1 jam kami beristirahat.
Merasa cukup beristirahat, kami lanjutkan perjalanan menuju Candi Pura, Candi Gentong dan Candi Sintha, lalu lanjut menuju Candi Lurah. Disinilah tempat kami ngecamp untuk persiapan summit besok pagi.
Pada tiap Candi, Selalu ada cerita singkat yang kami bagi.
Di hari kedua, ketika pagi dini hari, semua siap on time, mereka luar biasa. Kami mulai bersiap pada pukul 03.00, diawali minum kopi, teh hangat dan snack untuk menambah energy. Start pukul 03.30 disaat hari masih gelap dan dingin. Karena faktor usia, maka perjalanan ini sedikit terasa berat, tapi tidak ada satupun yang ingin mundur walau melihat Puncak Pawitra (Gunung Penanggungan) masih terlihat sangat jauh dan tinggi.
Meski berjalan lambat dan terasa payah, mereka tetap gembira ria. Kami melewati beberapa Candi, mulai dari Candi Wisnu, Candi Guru, Candi Siwa, Kama IV dan terakhir kami jumpai sebuah goa, tidak terlalu dalam tapi cukup luas, mungkin sangat nyaman untuk tidur dan masak di dalamnya, terlindung dari angin juga. Tapi ingat kawan, jangan tinggalkan apapun selain kenangan indahmu, dan jangan ambil apapun selain foto-foto di kameramu. Jagalah negeri ini sepenuh jiwamu, sebelum kau sadar akan penyesalan terlambat mengetahui bahwa kita berada di negeri surganya dunia. Jangan lupa matikan apinya juga ya!
Oke, saya lanjutkan menuju Puncak dengan batuan yang labil dan jalur penuh debu, hati-hatilah melangkah, agar tidak ada batu yang jatuh menggelinding mengenai kawan dibelakangmu dan debu yang menganggu.
Dan akhirnya...., Bravo untuk semua, meski perlahan kami sampai juga di Puncak pukul 05.00, mereka takjub, dan berteriak ''Waow beautiful!'' Wajah-wajah itu makin terlihat bahagia. Dari Puncak terlihat Gunung Bromo dan Semeru, juga jajaran Gunung Arjuno, kembar 1-2 serta Gunung Welirang. Disebelahnya gugusan Gunung Anjasmoro. Negeri ini memang sangatlah Indah.
Setelah puas berfoto menikmati, tentunya sambil minum teh dan kopi di temani kue yang memang sudah kami sediakan. Maka suasana trip ini makin asyik. Tidak ada jarak, walau kami baru mengenalnya kemarin.
Sebelum matahari meninggi, kami putuskan kembali ke camp, tiba di camp pukul 07.30. segera makan pagi bebersih diri dan kami turun via desa Kedung Udi melewati Candi Carik. Tepat pukul 10.00 kami sampai, mobil pun sudah siap membawa kami kembali ke Patirtan Jolotundo. Para tamu mandi dengan senangnya, mandi dengan air terbaik yang terasa sejuk dan segar.
Bersyukur semua tamu naik dan turun dengan selamat. Trip minim resiko, dan semuapun bahagia. Semoga jalinan ini bisa berlanjut.
Selamat melanjutkan perjalanan ke Bromo dan trip ke Kota lainnya. Sampai jumpa di lain kesempatan.
Terima kasih pada semua team yang bikin trip ini sukses dan mendapatkan review yang luar biasa. Khususnya Mba Yoni Astuti yang telah melibatkanku dalam kegiatan ini.
Yanni Krishnayanni
Pendaki gunung
Komunitas Swara Ibu Asah Bangsa Indonesia (SIABI)