Netizen

Fratrers Minore

Oleh: Admin Minggu 08 Sep 2019, 11:38 WIB
Jaya Suprana

Sri Paus Fransiskus seorang imam ordo Yesuit namun sengaja memilih nama Fransiskus yang berasal dari nama Santo Fransiskus dari Assisi pendiri ordo Fransiskan. Saya bukan umat Katolik namun saya sangat mengagumi dan menghormati keberpihakan Sri Paus Fransiskus kepada rakyat miskin dan kaum tertindas .

Saya mendirikan Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan sebagai upaya menghayati makna apa yang disebut kemanusiaan terinspirasi bakti para pengabdi kemanusiaan seperti Albert Schweitzer, Oen Boen Ing, Sri Palupi, Sandyawan Sumardi, Ibu Theresa, Sri Paus Fransiskus .

Kemanusiaan

Meski Sri Paus Fransiskus adalah seorang ilmuwan teologi kaliber langitan, beliau lebih banyak berbicara tentang kemanusiaan ketimbang religi. Tampaknya Sri Paus Fransiskus mewarisi semangat kerohanian Santo Fransiskus dari Assisi maka menobatkan kemanusiaan sebagai tujuan utama keimanan. Keprihatinan Sri Paus Fransiskus terhadap
gejala perubahan iklim planet bumi juga merupakan warisan kesadaran Santo Fransiskus dari Assisi atas keutamaan lingkungan alam dalam peradaban umat manusia. Siapa sebenarnya Santo Fransiskus dari Assisi?

Kasih Sayang

Santo Fransiskus dari Assisi dilahirkan di Assisi, Italia, 5 Juli 1182 serta meninggal di Assisi , 3 Oktober 1226 adalah pendiri Ordo Fransiskan. Pada tahun 1209, Fransiskus mendengar sebuah khotbah dari Injil Matius 10:9 yang memberikan kesan yang sangat dalam baginya. Dalam khotbah itu Yesus Kristus mengajarkan pengikutnya bahwa mereka
harus mengabdikan diri untuk menyebarkan ajaran kasih-sayang kepada umat manusia.

AYO BACA : Kepribadian Kata-Ulang

Fransiskus memutuskan untuk menyerahkan dirinya ke kehidupan kemiskinan kerasulan. Memakai pakaian sederhana, bertelanjang kaki, dan mengikuti petunjuk Injil, tanpa bekal uang, mulai giat mengajarkan kasih sayang kepada sesama manusia.

Fratrers Minore

Seorang teman Fransiskus yang kayaraya, Bernardo dari Quintavalle, bergabung dengannya. Bernardo menyumbangkan segala harta benda miliknya untuk pengabdian tersebut. Begitu pula rekan-rekannya yang lain, yang dalam setahun mencapai sebelas orang. Fransiskus menyebut mereka sebagai para "fratres minores" atau "saudara-saudara rendah hati" yang kemudian menjadi pelopor ordo Fransiskan dengan penuh kerendahan hati dan kesederhanaan menyebarkan ajaran kasih-sayang .
Para fratres minores semula tinggal di sebuah rumah penderita kusta yang tidak digunakan lagi di Rivo Torto dekat Assisi. Mereka berkeliling berjalan kaki di daerah-daerah pegunungan Umbria,
selalu bergembira dan bernyanyi sehingga memberikan kesan yang mendalam kepada para pendengarnya oleh ketulusan.

Konon St. Fransiskus dari Assisi berkhotbah selain kepada manusia juga kepada burung-burung dan satwa lain-lainnya. Maka beliau dikenal
sebagai  santo pelindung  satwa dan lingkungan hidup. Patungnya kerap diletakkan di taman-taman perkotaan dan pedesaan sebagai ungkapan penghormatan bagi kedekatan Santo Fransiskus dari Assisi dengan alam. Hari Santo Fransiskus dari Assisi diperingati masyarakat pecinta alam dan satwa pada setiap tanggal 4 Oktober.


Jaya Suprana
(Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan)

 

TAGS:
Reporter Admin
Editor Lopi Kasim