AYOJAKARTA.COM - Para terdakwa di kasus pembunuhan berencana Brigadir J telah menerima vonis pada Senin (13/02/2023) sehingga mengubah status mereka menjadi terpidana.
Khusus untuk Ferdy Sambo, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memberikan vonis hukuman mati.
"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa tersebut dengan pidana mati," demikian ujar Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso saat membacakan amar putusan.
Sebelumnya, Ferdy Sambo dituntut JPU dengan hukuman seumur hidup.
Dengan kata lain, vonis Ferdy Sambo lebih berat dari tuntutan jaksa.
Terdapat beberapa pihak yang merasa kecewa dengan putusan tersebut dan membela Ferdy Sambo meski banyak pula yang mendukung.
Kekecewaan dan dukungan itu bisa dilihat di media sosial lewat komentar yang disampaikan warganet.
Salah satu alasan jika Ferdy Sambo tak layak mendapat hukuman mati adalah karena dirinya mempertahankan harkat dan martabat keluarga.
Hal ini pernah diucapkan oleh Bharada E saat bersaksi di pengadilan.
Sambil terdiam tanpa berkata-kata, Bharada E, mendengarkan cerita Ferdy Sambo soal pelecehan yang dialami Putri Candrawathi. Meski, dalam hati Bharada E sempat bertanya apakah benar soal peristiwa yang terjadi di Magelang.
"Dalam hati saya, ini (pelecehan ke Putri Candrawathi) betul kah? Kemudian dia (Ferdy Sambo) bilang, kurang ajar, dia (Yosua) menghina harkat dan martabat keluarga saya, dia emosi, nangis," jelas Bharada E.
Sambil menangis Ferdy Sambo, kata Bharada E, sempat berucap kekesalannya menceritakan pelecehan seksual hingga meluapkan kemarahannya untuk membunuh Brigadir J.
Sehingga dalam video di TikTok yang diunggah kembali oleh akun Instagram @viral62com, salah satu warganet menilai bahwa Ferdy Sambo rela mati demi kehormatan keluarganya.
"Masih ada lelaki yang rela mati demi menjaga kehormatan istri. Masih ada pria yang rela dipenjara karena menjaga kehormatan keluarga," tulis warganet TikTok dengan akun @iwaniswanto000 tersebut.
Tak hanya itu, warganet juga menilai jika perbuatan Ferdy Sambo hanya karena tidak mampu menyaring informasi dan cinta yang membutakannya.
"Kesalahan terbesarnya adalah tak mampu menyaring informasi hingga tak kuasa menahan amarah. Begitulah cinta, yang kadang membutakan segalanya," tambah pemilik akun.
Video yang telah dilihat sebanyak lebih dari 987.900 kali oleh sesama pengguna TikTok itu pun menuai beragam komentar.
Tak sedikit warganet lainnya yang meminta pemilik akun untuk tidak menggiring opini seolah Ferdy Sambo dan keluarganya adalah korban dari kasus ini.
"Jangan menggiring opini seolah-olah Ferdy Sambo korban. Jelas-jelas pembunuh jadi nggak usah didramatisir. Yang kasihan itu orang tuanya Yoshua, kehilangan anak buat selamanya," tulis akun 2o*****_*******
"Kalau menurutku bukan membela kehormatan istrinya sih, toh istrinya yang selingkuh juga kan," komentar @n***********
"Jangan menggiring opini seolah-olah Ferdy Sambo korban. Jelas-jelas pembunuh jadi nggak usah didramatisir. Yang kasihan itu orang tuanya Yoshua, kehilangan anak buat selamanya," tulis akun 2o*****_*******
"Kalau menurutku bukan membela kehormatan istrinya sih, toh istrinya yang selingkuh juga kan," komentar @n***********
Artikel ini telah tayang di Suara.com dengan judul "Ferdy Sambo Disebut Rela Mati Demi Kehormatan Keluarga, Warganet Murka: Jangan Giring Opini Seolah FS Korban"