News

Rentetan Gempa Cianjur-Garut-Tasikmalaya, Benarkah Ini Awal Gempa Megathrust 8.9 SR di Pulau Jawa?

Oleh: Rosandra Gisca Andyna Minggu 04 Des 2022, 10:15 WIB
Rentetan Gempa Cianjur-Garut-Tasikmalaya, Benarkah Ini Awal Gempa Megathrust 8.9 SR di Pulau Jawa?

AYOJAKARTA.COM - Belum selesai duka kesedihan gempa Cianjur pada November lalu, kini Indonesia kembali diguncang gempa di Garut – Jawa Barat dengan magnitudo 6.1 (sebelumnya 6.4).

Gempa Garut terjadi pada Sabtu 3 Desember 2022 kemarin pukul 16.49 WIB di kedalaman 109 km (sebelumnya 118 km).

Tak berhenti sampai disitu, ternyata pagi ini Minggu 04 Desember 2022 tercatat BMKG melaporkan gempa susulan di Cianjur, sejumlah gempa di Tasikmalaya.

Baca Juga: Gempa Bumi Tektonik Guncang Tasikmalaya Pagi Ini 4 Desember 2022, BMKG: Gempa Akibat Aktivitas Sesar Lokal

Pukul 05.01 WIB terjadi gempa susulan kekuatan magnitudo 4.2 dengan pusat gempa di darat 8 km BaratLaut Kabupaten Cianjur.

Sebelumnya pada pukul 04.34 WIB, Tasikmalaya pun tak luput juga diguncang gempa dengan magnitudo 2.9 di kedalaman 10 km.

Dilanjut gempa susulan pada Tasikmalaya pada pukul 04.39 WIB dengan magnitudo 2.8, pusat gempa di darat 8 km Tenggara Kota Tasikmalaya.

Baca Juga: Kenali Sesar Baribis Penyebab Gempa Megathrust dan Tsunami 34 Meter, Diprediksi Terjadi di Jawa dan Sumatera

Lantas benarkah gempa Garut dan Gempa Cianjur hingga gempa Tasikmalaya adalah awal mula terjadinya gempa megathrust berkekuatan magnitudo 8.9 SR di Pulau Jawa?

Gempa megathrust sendiri digadang – gadang akan melanda wilayah Pulau Jawa - Sumatera, terutama terdampak wilayah Jakarta seperti dikutip Ayojakarta.com pada kanal YouTube Harian Kompas Minggu 4 Desember 2022.

Pasalnya Indonesia sebagai lingkaran cincin api memiliki banyak lempeng sesar aktif yaitu sesar Lembang dan Sesar Baribis.

Baca Juga: Hari Ini Gempa Susulan M 1,7 dan M 4,2 Kembali Mengguncang Cianjur

Sesar Cimandiri yang diduga sebagai pemicu gempa Cianjur juga turut mewarnai sejumlah lempeng  sesar di Indonesia.

Sesar lembang dan sesar baribis diketahui merupakan salah satu potensi penyebab gempa.

Dan ancaman paling besar adalah pada Sesar Baribis yang diprediksi menyimpan potensi gempa bagi wilayah Jakarta.

Baca Juga: BPBD Ungkap Belum Ada Laporan Kerusakan Terkait Gempa 6.4 Magnitudo yang Guncang Kabupaten Garut

Dan hal ini didasarkan pada fakta penelitian yang baru dipublikasikan pada Scientific Report Nature pada Kamis 16 Juni 2022.

Penelitian yang ditulis Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB Sri Widyantoro dan tim ini menunjukan bahwa Sesar Baribis aktif dan menyimpan ancaman bencana besar.

Sesar Baribis ini hanya berjarak sekitar 25 km di selatan wilayah Jakarta.

Baca Juga: BPBD Ungkap Belum Ada Laporan Kerusakan Terkait Gempa 6.4 Magnitudo yang Guncang Kabupaten Garut

Sudi menyebutkan jika bagian barat segmen sesar Baribis yang aktif ini dalam kondisi terkunci, namun ketika energi regangan dilepaskan maka gempa besar berpotensi terjadi.

Namun belum dapat diprediksi kapan gempa besar tersebut dapat terjadi. Namun wilayah Jakarta sangat rentan sekali terimbas gempa bumi.

Terdapat penelitian terbaru yang mengatakan jika telah menemukan zona kegempaan di selatan Jawa bagian barat dan tenggara Sumatera menyimpan sumber potensial gempa megathrust di masa depan dengan kekuatan hingga magnitudo 8.9.

Baca Juga: Gempa Garut 6,4 Magnitude Digadang-gadang Megathrust Berpotensi Tsunami? Simak Penjelasannya Berikut Ini!

Namun faktanya pemicu gempa Cianjur dan gempa Garut bukan lah awal mula gempa Megathrust magnitudo 8.9.

Gempa Garut sendiri seperti dikutip Ayojakarta.com pada Twitter @daryonoBMKG merupakan gempa dalam lempeng (instralab).

Bahkan tak ada kaitannya juga dengan Gempa Cianjur.

Baca Juga: Update Kondisi Terbaru Pengungsi Korban Gempa Cianjur Setelah Garut Dilanda Gempa 6.4 Magnitudo

“Gempa Garut tidak ada kaitan dengan gempa Cianjur, karena beda sumbe. Gempa Garut akibat deformasi dalam slab lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Jabar di kedalaman 109 km. Gempa ini disebutnya ‘Instralab Earthquake’.” ujar Daryono pada cuitannya.

Jadi dapat dipastikan jika gempa Garut dan gempa Cianjur bukan merupakan awal dari gempa Megatrhust magnitudo 8.9.***

Reporter Rosandra Gisca Andyna
Editor Desi Kris