AYOJAKARTA.COM – Belakangan ini gempa bumi kerap mengguncang Indonesia khususnya wilayah kepulauan Jawa.
Terbaru, gempa bumi paling besar terjadi pada Senin, 21 November 2022 di daerah Cianjur provinsi Jawa Barat.
Setelah itu masih terus terjadi gempa bumi susulan bahkan hingga ratusan kali di wilayah Jawa Barat.
Baca Juga: Kabar Gembira! 6 Bansos Ini Akan Kembali Cair Pada 2023, Info Lengkap Klik di sini
Bahkan hingga kemarin, Sabtu 3 Desember 2022 masih kembali terjadi gempa bumi di wilayah Jawa Barat yang bisa dirasakan hingga Kawasan Jawa Tengah.
Perihal gempa bumi yang saat ini kerap terjadi di kawasan Pulau Jawa tersebut seolah menjawab hasil penelitian yang dilakukan para ahli sebelumnya.
Dimana berdasarkan informasi BMKG, gempa besar yang terjadi di Cianjur Jawa Barat disebabkan oleh patahan geser aktif dari sesar Cimandiri.
Sesar Cimandiri terletak di di Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi kemudian mengarah ke Timur Laut melalui Kabupaten Bandung, Cianjur, Bandung Barat dan Subang dan membentang sepanjang 100 km.
Baca Juga: Info Loker Terbaru 2022 Area Jakarta Selatan untuk Posisi Marketing Fashion Designer, Daftar di Sini
Namun perlu diwaspadai bahwa ada sesar lain yang berpotensi menyebabkan gempa besar hingga kekuatan 8,9 magnitudo yakni sesar Baribis.
Berdasarkan hasil penelitian ilmiah dari Guru Besar Fakultas Pertambangan dan Perminyakan ITB yakni Sri Widiyantoro bersama dengan teamnya, gempa megathrust berskala 8,9 magnitudo tersebut berpotensi terjadi di Jakarta dan Bogor.
Mengutip dari Youtube Channel Harian Kompas pada (25/11/22) yang mengunggah hasil penelitian tersebut, diinformasikan jika Sesar Baribis yang berpotensi menyebabkan bencana tersebut merupakan jalur patahan yang letaknya berjara 25 km di Selatan Jakarta.
Untuk saat ini kondisi dari Sesar Baribis sendiri dalam keadaan terkunci, namun apabila energi peregangan terakumulasi maka akan berpotensi terlepas dan bisa menimbulkan gempa yang sangat besar.
Baca Juga: Hari Ini Gempa Susulan M 1,7 dan M 4,2 Kembali Mengguncang Cianjur
Gempa besar 8,9 magnitudo atau disebut megathrust tersebut juga berpotensi menyebabkan tsunami setinggi 34 meter.
Bahkan disebut-sebut tsunami ini akan lebih besar daripada tsunami Aceh beberapa tahun silam.
Perihal gempa megathrust dan tsunami 34 meter yang diprediksi terjadi di Indonesia tersebut juga pernah dituliskan dalam artikel news.abs-cbn.com pada November lalu.
Informasi tersebut juga berdasar laporan yang diterbitkan oleh jurnal Natural Hazards.
Dalam jurnal tersebut diinformasikan jika para peneliti menemukan aktivitas seismik tinggi yang berada di selatan Provinsi Jawa Barat dan juga bagian tenggara Pulau Sumatera yang kemungkinan terjadi gempa megathrust tersebut.
***