News

Bukan Megathrust, Ternyata Inilah Penyebab Gempa Garut yang Terjadi Sabtu Petang

Oleh: Ardiany Fitri Sholekah Sabtu 03 Des 2022, 20:24 WIB
Bukan Megathrust, Ternyata Inilah Penyebab Gempa Garut yang Terjadi Sabtu Petang

AYOJAKARTA.COM - Gempa bumi dengan kekuatan 6,4 SR baru saja mengguncang wilayah Kabupaten Garut.

Masyarakat dibuat khawatir dengan bencana gempa bumi yang terus menerus mengguncang wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.

Kekhawatiran ini bukan tanpa sebab, pasalnya sejak musibah gempa bumi yang melanda Kabupaten Cianjur, masyarakat kerap mengkaitkan dengan bencana gempa bumi besar atau Megathrust yang selalu digaungkan oleh para ilmuwan.

Namun update informasi kegempaan yang dihimpun Ayojakarta.com dari akun Twitter @DaryonoBMKG pada Sabtu (3/12/2022) mengungkapkan hal berbeda.

Baca Juga: Gempa Berkekuatan 6,4 Magnitude di Garut Jawa Barat, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG itu mengatakan dalam cuitannya bahwa gempa bumi yang barusan mengguncang Kabupaten Garut merupakan gempa dalam lempeng (intra-slab).

"Gempa Garut tidak ada kaitan dengan gempa Cianjur, beda sumber. Gempa Garut akibat patahan dalam slab lempeng australia yang menunjam ke bawah Jabar di kedalaman 109 km. Gempa ini kita menyebutnya "Intraslab Earthquake," cuit Daryono.

Daryono pun menambahkan bahwa gempa intraslab ini tidak memiliki karakter yang miskin gempa susulan.

Lantas apa beda gempa intraslab dengan gempa megathrust yang selama ini ditakutkan akan melanda wilayah antara Pulau Jawa dan Sumatera.

Baca Juga: BREAKING NEWS! Gempa Bumi Guncang Kabupaten Garut Jawa Barat Magnitudo 6.4, Tidak Berpotensi Tsunami

Apa Itu Intraslab?

Dikutip ayojakarta.com dari laman geologi.co.id pada Sabtu (3/12/2022), seorang pakar tektonik yang berasal dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Gayatri menjelaskan mengenai gempa intraslab.

Gempa yang dirasakan merata biasanya berupa gempa intraslab, artinya sumber gempa berada di bagian dalam dari zona subduksi.

Gempa intraslab biasanya disebabkan karena lempeng samudera yang menunjam mengalami pecah, retak atau patah.

Salah satunya, disebabkan karena proses dehidrasi batuan di dalam bumi.

Baca Juga: Gempa Magnitude 6,4 Guncang Garut Jawa Barat, Getaran Terasa hingga ke Ciamis

Perbedaan Gempa Intraslab dengan Gempa Megathrust

Gayatri menjelaskan mengenai perbedaan antara gempa intraslab dengan megathrust, yaitu mengenai getaran yang merata dan lokasi sumber yang relatif dalam tidak berpotensi menyebabkan tsunami.

Gayatri menambahkan bahwa gempa intraslab cenderung tidak diikuti dengan gempa susulan berbeda dengan gempa megathrust.

Hal ini disebabkan oleh sifat dari lempeng samudra yang lebih liat sehingga lebih mudah untuk kembali ke posisi awal.

Sedangkan untuk gempa megathrust melibatkan sesar–sesar kecil yang dangkal sehingga lebih sering diikuti gempa susulan yang kekuatannya lebih kecil.

Baca Juga: BREAKING NEWS! Gempa Bumi Garut M 6,4 Hari Ini, Guncangan Terasa Kuat hingga ke Bandung dan Sekitarnya

Seperti gempa intraslab yang pernah mengguncang wilayah Kabupaten Banten tahun 2019 silam.

Kekuatan gempa ini bersifat lebih merusak karena lokasi episenternya lebih mendekati daratan dan pusat populasi.

Berdasarkan penelitian yang dituliskan pada website geologi.co.id, seorang peneliti Preston di Washington pernah meneliti mengenai gempa intraslab pada tahun 2016.

Preston mengatakan bahwa mekanisme gempa intraslab memiliki periode kejadian yang lebih singkat, artinya lebih sering terjadi dibandingkan dengan megathrust dan memiliki energi seismik yang lebih besar.***

Reporter Ardiany Fitri Sholekah
Editor Fathul Amanah