News

Terungkap Hal Janggal Perbedaan Rekaman CCTV dengan Proses Autopsi Brigadir J, Ada Manipulasikah?

Oleh: Awit Wiarni Kamis 01 Des 2022, 14:31 WIB
Terungkap Hal Janggal Perbedaan Rekaman CCTV dengan Proses Autopsi Brigadir J, Ada Manipulasikah?

AYOJAKARTA.COM – Dalam persidangan kasus pembunuhan Brigadir J ditemukan kejanggalan yang diungkap oleh salah satu saksi.

Saksi yang dimaksud mengungkapkan adanya perbedaan sosok Brigadir J dalam rekaman CCTV dengan jenazahnya pada proses autopsi yang dilihat oleh saksi tersebut.

Kesaksian ini tentu menjadi sebuah misteri dan menimbulkan tanda tanya kenapa terdapat perbedaan kemudian ndisusul dengan kecurigaan apakah ini merupakan bagian dari manipulasi.

Baca Juga: Licik! Ferdy Sambo Janjikan Akan Menjaga Richard Eliezer Setelah Menembak Brigadir J, Begini Skenarionya

Salah satu saksi kasus pembunuhan Brigadir J atau Yosua mengungkapkan adanya perbedaaan kaus yang dikenakan Yosua pada rekaman CCTV sebelum terbunuh dengan kaus saat autopsi.

Adalah AKBP Arif Rachman Arifin yang merupakan mantan Wakaden B Biro Paminal Propam Polri, saksi yang menyampaikan tentang perbedaan kaus Brigadir J.

Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube KOMPASTV, saat Arif melihat rekaman CCTV detik-detik sebelum terbunuhnya Yosua, ia terkejut dengan kaus yang dikenakan Yosua.

“Loh setau saya kausnya merah. Saya lihat di ruang autopsi itu kausnya warna merah,” ucap Arif kebingungan.

Baca Juga: Daftar Aksi Menghebohkan dari Para Suporter Tim Nasional Negara Peserta di Ajang Piala Dunia 2022 Qatar

Namun lawan bicara Arif pada saat melihat CCTV tersebut meyakinkan kembali bahwa benar yang terekam adalah Yosua menggunakan kaus berwarna putih.

Karena keraguan ini maka Hakim menunjukkan foto jasad Yosua yang tergeletak di lantai rumah Duren Tiga.

Di dalam foto tersebut menunjukkan Yosua tewas dengan menggunakan kaus berwarna putih. Maka Hakim pun menanyakan kapan tepatnya Arif melihat kaus Yosua berwarna merah.

“Saudara tadi mengatakan bajunya warna merah. Kapan saudara mengenali saudara Yosua itu bajunya warna merah?” tanya Hakim.

Baca Juga: Deretan Fakta Skenario Ferdy Sambo Dibongkar Richard Eliezer : Saya Disuruh untuk Bunuh Orang Ini!

Arif lantas menjelaskan bahwa dirinya melihat kaus tersebut pada saat di ruang autopsi, terdapat tumpukan pakaian Yosua yang diletakkan tidak jauh dari jenazah.

“Saya lihat di tumpukkan, seperti tumpukkan baju di sebelahnya jenazah itu Yang Mulia. Ada celana jeans warna biru dengan kaos merah,” kata Arif menjelaskan.

Untuk lebih meyakinkan, Hakim kembali menanyakan kepada Arif bahwa kaus Yosua yang dilihatnya benar-benar berwarna merah.

“Oh ada kaos warna merah, bukan kaos ini ya?” tanya Hakim.

“Bukan,” jawab Arif dengan mantap.

Baca Juga: Ngeri! Bak ‘Bos Mafia’ Inilah yang Dilakukan Putri Candrawathi Usai Brigadir J Dieksekusi

Setelah itu, hakim menunjukkan foto kaus Yosua yang menjadi barang bukti kepada Arif.

“Makanya saudara mengatakan bahwa harusnya itu apa namanya, bajunya warna merah, atau ini merah ini yang saudara maksud?” tanya Hakim.

Arif Rachman pun mengiyakan bahwa foto barang bukti yang ditunjukkan oleh hakim sama dengan kaus yang ia lihat di ruang autopsi.

“Siap seperti begini, tapi dari jauh jadi kurang lebih segini ini meja depan adalah meja autopsi kemudian di meja sebelahnya lagi ada kaus seperti ini,” jelas Arif.

Dari tanya jawab antara Hakim dan Arif diketahui bahwa rekaman CCTV yang Arif lihat merupakan CCTV yang berada di jalan depan rumah Duren Tiga yang menjadi TKP pembunuhan.

Baca Juga: Seorang Anak Tega Laporkan Ibunya ke Polisi, Netizen : Bisa-bisanya?

“Itu CCTV tadi diambil CCTV dari mana? Di rumah Saguling, Duren Tida atau dari mana?” tanya Hakim.

“Kalau lihat dari sorotannya Yang Mulia, itu seperti dari jalan, dari jalan nyorot ke jalan depan TKP,” jawab Arif.

Diduga perubahan warna kaus yang dikenakan Yosua dari putih pada CCTV kemudian berubah menjadi merah pada saat autopsi adalah karena kaus putih tersebut sudah dilumuri dengan darah akibat tembakan pada tubuh Yosua.***

Reporter Awit Wiarni
Editor Vincensia Enggar Larasati