AYOJAKARTA.COM – Kabar terbaru datang dari kasus kematian Brigadir J yang diketahui mulai menemukan titik terang.
Hal tersebut tentu saja tak lepas dari andil para saksi yang dihadirkan dalam persidangan.
Seperti yang diketahui, para saksi mulai memberikan keterangan dengan jujur dan mulai banyak yang tidak lagi mengikuti skenario Ferdy Sambo.
Bahkan para anggota polisi yang awalnya mendukung dan ikut menutupi kejahatan yang dilakukan Ferdy Sambo tersebut, satu persatu mulai berbalik arah.
Hal tersebut mereka lakukan setelah menyadari bahwa membela dan terus menutupi kejahatan Ferdy Sambo hanya membuat kerugian pada diri mereka masing-masing.
Penyesalan tersebut salah satunya diungkapkan oleh AKBP Ridwan Soplanit selaku mantan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Selatan.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok @wita_blot pada (30/11/22), AKBP Ridwan Soplanit dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus Ferdy Sambo.
Setelah memberikan keterangan mengenai perannya dalam menutupi kasus Ferdy Sambo, hakim lantas menanyakan sanksi apa yang kemudian didapatkan oleh Ridwan Soplanit atas keterlibatannya.
Ridwan Soplanit menuturkan, bahwa dirinya sempat ditempatkan ke dalam sel khusus selama 30 hari gara-gara terlibat dalam skenario Ferdy Sambo.
Tidak hanya itu, Ridwan Soplanit juga mendapat sanksi dengan dijatuhi sidang kode etik dan divonis demosi 8 tahun.
“Demosi waktu itu yang mulia 8 tahun,” ujar AKBP Ridwan kepada hakim.
Sanksi yang diterima oleh Ridwan Soplanit tersebut disebabkan oleh Tindakan yang tidak professional dalam menangani kasus kematian Brigadir J.
“Karena tidak profesinal mulai dari olah TKP, barang bukti diambil oleh pihak lain maksdunya,” jelas Ridwan Soplanit.
“Kemudian terkait dengan masalah LP yang mana saat itu dibilang tidak ada dasar LHP saat itu dalam pembuatan model AA tapi setelah itu kita buktikan bahwa sudah ada LH dasarnya ada LHP yang kita lakukan,” tambahnya.
Bahkan karena keterlibatannya dalam skenario palsu Ferdy Sambo tersebut, Ridwan Soplanit saat ini masih ditugaskan di Pati Yanma.
Ia juga harus menelan pil pahit tidak dapat meneruskan karirnya padahal sudah susah payah melanjutkan Pendidikan Sespi.
Bahkan begitu menyesal dan kecewa karena telah mengikuti perintah Ferdy Sambo, Ridwan Soplanit sampai berani meminta kejelasan pada mantan seniornya tersebut.
Ridwan Soplanit menanyakan dengan tegas kepada Ferdy Sambo, kenapa ia dan anak buahnya harus dikorbankan dengan kasus tersebut.
“Mungkin saya diberi kesempatan buat senior saya Pak Sambo, pertanyaan saya ke Pak Sambo, kenapa kami harus dikorbankan dengan masalah ini?” tanya Ridwan Soplanit dalam persidangan.***