AYOJAKARTA.COM – Media sosial dihebohkan dengan video yang merekam adanya ribuan ikan yang naik ke daratan. Ini merupakan fenomena alam yang aneh.
Di dalam video terlihat ikan-ikan naik dengan sendirinya ke dermaga dan terdampar begitu saja di Pulau Onrust, Kepulauan Seribu.
Tidak hanya di pulau Onrust, fenomena ikan yang naik ke daratan juga terjadi di Pantai Mutiara Pluit Jakarta Utara dan beberapa pulau di Kepulauan Seribu.
Setelah terjadinya gempabumi Cianjur, dikabarkan ada sesar aktif bernama Sesar Baribis yang dikhawatirkan bisa menimbulkan gempa di Jawa Barat hingga ke Jakarta.
Ditambah lagi ada penelitian tentang gemapa megathrust yang biasanya terjadi di bawah laut dan berpotensi terjadinya tsunami.
Fakta-fakta ini kemudian membuat masyarakat panik, naiknya ribuan ikan ke daratan pasti memiliki sebab tertentu. Bisa saja penyebabnya karena ada ancaman dari dalam laut.
Masyarakat merasa ngeri atas fenomena alam ini yang dikhawatirkan masih berhubungan dengan gempa Cianjur, mengingat dampak kerusakan dan banyaknya korban jiwa pada gempa Cianjur.
Diketahui bahwa korban gempa Cianjur saat ini mencapai 327 orang, dan masih ada 13 orang yang hilang.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube metrotvnews, Kepala Pusat Meteorologi Maritim Eko Pasetyo mengatakan pihak BMKG belum memiliki jawaban pasti penyebab naiknya ribuan ikan ke daratan. BMKG mengaku masih menduga dan memerlukan penelitian lebih lanjut.
“Segerombolan ikan yang naik ke daratan dari pesisir atau di garis pantai naik ke daratan ini para peneliti masih menduga, perlu penelitian lebih lanjut,” ujar Eko Prasetyo.
Dugaan sementara adalah fenomena ini terjadi karena adanya perbedaan kadar oksigen dari laut yang berada di tengah ke pesisir atau garis pantai.
“Bisa disebabkan oleh perbedaan kadar oksigen dari laut yang lebih tengah ke pesisir atau garis pantai,” kata Eko Prasetyo.
Dugaan lainnya adalah segerombolan ikan yang terdampar disebabkan karena terbawa arus laut atau energi gelombang hingga sampai ke daratan.
“Juga bisa disebabkan oleh tingkat kesuburan air laut yang merupakan bagian dari rantai makanan tempat berkumpulkannya ikan kemudian terdorong oleh arus laut atau dorongan dari energi gelombang menuju ke pesisir kemudian gerombolan ikan ini bisa naik ke daratan,” tambah Eko.
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, fenomena ini terjadi bukan karena berhubungan dengan gempabumi. BMKG menghimbau masyarakat untuk tidak panik.
Baca Juga: Bharada Richard vs Bripka Ricky Rizal Soal Ide Membunuh Yosua di Magelang dengan Menabrakkan Mobil
“Perlu penelitian lebih lanjut dan ini bukan tersebab oleh terjadinya gempa. Sekali lagi, masyarakat tidak perlu panik,” pungkas Eko Prasetyo.***