AYOJAKARTA.COM - Ronny Talapessy sebagai kuasa kukum terdakwa Richard Eliezer atau Bharada E, mengungkapkan posisi kliennya sekarang menjadi justice collabolator.
Ternyata posisi justice collabolator ini bisa membuat buyar strategi dari pengacara Ferdy Sambo.
Justice collabolator yang dijelaskan oleh Ronny Talapessy adalah saksi pelaku yang bekerja sama.
Baca Juga: Tembakan Ferdy Sambo yang Mematikan! Ronny Talapessy: Richard Tembak itu Almarhum Masih Hidup
Jadi Bharada E hanya dijadikan sebagai alat oleh Ferdy Sambo dalam membunuh Brigadir J.
Karena posisi inilah, Ronny Talapessy mengaku bahwa Bharada E mendapat banyak dukungan dari masyarakat Indonesia.
Bahkan banyak masyarakat yang datang dari Aceh, Surabaya, Bali dan daerah lain untuk mendukung Eliezer di dalam persidangan.
Baca Juga: Ngeri! Ronny Talapessy Ungkap Suara Brigadir J Usai Ditembak
Para pendukung ini datang dengan sendirinya ke persidangan karena simpati kepada Eliezer, ini tanpa dimobilisasi dari pihak Eliezer.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV, di dalam sidang, Eliezer sudah mengunggap fakta yang sebenarnya terbukti dengan saksi-saksi yang berkata bohong kemudian meralat pengakuannya agar sesuai dengan pernyataan dari Eliezer.
Dari awal kasus pembunuhan Brigadir J ini mencuat, banyak pejabat yang memberikan dukungan dengan mengatakan kasus ini harus dikawal sampai tuntas.
Baca Juga: Raungan Brigadir J Sebelum Meregang Nyawa, Ronny Talapessy: Tembakan Sambo yang Membuat Mati
Menurut Otto Hasibuan sebagai Ketua Umum Peradi, ini sesuatu yang aneh.
Karena seharusnya dalam negara hukum, kasus hukum diselesaikan oleh pihak berwenang tanpa perlu pengawalan dari pihak manapun.
“Ini kan aneh. Mestinya kan kalau berpikir secara positif dan negara hukum yang benar-benar negara hukum, kalau sudah sampai di pengadilan tidak perlu dikawal lagi oleh manusia ini,” kata Otto Hasibuan.
Baca Juga: Digoda Punya Banyak Penggemar oleh Ronny Talapessy, Begini Reaksi Tersipu Malu Bharada E
Menurutnya secara tidak langsung itu menggambarkan bahwa penegak hukum di Indonesia tidak bisa diandalkan sehingga proses hukum perlu dikawal.
“Sebenarnya dengan adanya kata kawallah persidangan itu, ini sudah menunjukkan negara kita ini sakit. Penegak hukum kita ini sakit,” imbuh Otto Hasibuan.
Hal ini disetujui oleh Ronny Talapessy, bahwa kinerja para jajaran di persidangan telah dipantau oleh masyarakat Indonesia untuk memberikan keadilan.
Baca Juga: Bharada E dan Ronny Talapessy Dapat Hadiah dari Wanita Ini, Usai Sidang Pembunuhan Brigadir J
“Perlu diingat bahwa Jaksa dan Majelis Hakim mempertaruhkan reputasinya dalam proses-proses ini ya. Karena ini menjadi perhatian seluruh publik di Indonesia,” ujat Ronny Talapessy.
Kemudian adanya kesempatan untuk memeriksa Eliezer sebagai saksi lebih awal dalam persidangan membuat banyak hal-hal baru yang terungkap lebih dulu saat pemeriksaan.
“Ketika saksi diperiksa di awal untuk terdakwa Richard Eliezer, tentunya strategi dari pengacaranya FS atau PC itu akan buyar ya,”
Baca Juga: Penuh Keheranan, Ronny Talapessy Sebut Satu Pistol Richard Eliezer Ada 3 Jenis Peluru, Kok Bisa?
Ronny Talapessy seperti mendapat kesempatan untuk membuyarkan strategi yang telah disusun oleh pengacara dari Ferdy Sambo maupun Putri Candrawathi..
“Kita punya dapat kesempatan pertama, jadi ketika kita bertanya mereka tidak bisa berbohong. Banyak hal-hal baru yang terungkap,”
Di sisi lain, kuasa hukum dari keluarga Brigadir J khawatir adanya kekuatan harta dan tahta dari Ferdy Sambo yang bisa mempengaruhi jalannya persidangan.
Baca Juga: Antara Richard Eliezer dan Ferdy Sambo, Ronny Talapessy Sebut Gajah Lawan Semut, Kenapa?
Beda halnya menurut Ronny, yang menganggap persidangan sudah berlajan dengan semestinya dilihat dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dari jaksa maupun hakim.
“Saya melihat bahwa pertanyaan dari jaksa juga dan dari hakim kepada terdakwa Richard Eliezer terkait dengan pembuktian ya ini sesuai dengan strategi, maksudnya yang kita harapkan,”
Ditambah lagi proses persidangan dilakukan secara terbuka, media memiliki akses untuk meliput dan juga pengunjung yang datang tidak dibatasi.***