News

Terungkap! Fakta-Fakta Baru Kematian Sekeluarga di Kalideres: Mulai Teriakan Takbir hingga Pencurian di Rumah

Oleh: Zharifah Ardiana Rabu 23 Nov 2022, 14:14 WIB
Terkini! Fakta Harta Korban Meninggal di Kalideres yang Hilang, Tak Hanya Mobil, Polisi Berhasil Temukan Barang Lain yang Dijual

AYOJAKARTA.COM – Fakta-fakta terbaru kasus kematian satu keluarga di Kalideres yang sempat menghebohkan publik terungkap melalui konferensi pers polisi.

Sebelumnya sekeluarga meninggal secara misterius di sebuah rumah di daerah Kalideres, Jakarta Barat, menjadi sorotan terkait kematiannya yang diduga kelaparan.

Ternyata, menurut konferensi pers kepolisian yang dikutip dari kanal Youtube Kompas tv, pada 23 November 2022 oleh AyoJakarta.com, dugaan sekeluarga yang meninggal kelaparan terpatahkan.

Lebih lanjut, Kombes Hengki Haryadi, Direskrimum Polda Metro Jaya mengungkapkan fakta-fakta terbaru dari kasus kematian sekeluarga di Kalideres.

Baca Juga: Jeritan Pengungsi, Korban Gempa Cianjur di Pelosok Belum Mendapat Bantuan dari Pemerintah

Fakta pertama adalah tidak ada pencurian atau perampokan di dalam rumah yang berada di kawasan Kalideres tersebut. Hal ini terkait teori bahwa sekeluarga dicuri atau dirampok.

Hal ini terkuak oleh adanya dua handphone atau HP di dalam rumah yang masih diselidiki oleh tim investigasi. Hasil awal, mengungkapkan bahwa salah satu HP tersebut pernah digunakan untuk menelpon penjual barang-barang yang berada di rumah tersebut.

"Praduga awal terkait pencurian dapat dipatahkan," terang Kombes Hengki Haryadi.

Hal ini kemudian merujuk pada tiga orang saksi penting yaitu mediator penjualan rumah, rekan mediator, dan petugas Koperasi Simpan Pinjam (KSP).

Baca Juga: Terbaru! Keluarga Glazer Mau Jual Manchester United, Segini Harganya

Pada tanggal 13 Mei 2022, mediator dan rekan, serta petugas KSP bertamu ke rumah Kalideres untuk mengembalikan sertifikat dan menjadikannya jaminan untuk simpan pinjam.

Hal ini dikarenakan penjualan rumah seharga Rp1,2 miliar belum ada hasil sementara petugas KSP ingin memastikan sertifikat tanah karena bukan atas nama peminjam, melainkan atas nama Almh. Reni Margareta.

Menurut Kombes Hengki Karyadi, Budianto, salah satu korban lain menemui para saksi, mempersilahkan para saksi untuk melihat ke kamar ibunya, Almh Reni, dikarenakan menurut pengakuan Budianto, beliau sedang tertidur.

"Budianto bilang, bahwa ibunya sensitif akan cahaya, maka lampu tidak dinyalakan. Selain itu, saksi curiga karena aroma busuk semakin tercium di kamar Almh. Reni," terang Kombes Hengki.

Saat petugas KSP menyalakan senter pada HP mereka bertiga berteriak.

Baca Juga: Pernah Menjalin Hubungan, Sandra Dewi Bongkar Masa Lalunya Bersama Reino Barack: Memaksa Melakukan Ini

"Allahu Akbar, ini sudah jadi mayat!" Teriak petugas KSP menurut kesaksiannya pada polisi.

Disaat bersamaan, Dian, korban meninggal lain disebut menyangkal atas kematian Reni dikarenakan setiap hari ia masih memberikan susu dan menyisir rambut sang ibu.

Para saksi lantas lari akan tetapi dikejar oleh Budianto yang meminta kematian ibunya untuk dirahasiakan.

"'Tolong jangan lapor polisi, pihak RT, atau warga setempat,' hal ini saya sesalkan karena menormalisasi perilaku permisif," kata Kombes Hengki.

Fakta kedua adalah terkait HP keluarga yang hanya ada dua dan ditemukan komunikasi searah yang berbau negatif yang dikirim secara teratur dari satu HP. Hal ini masih didalami oleh tim investigasi.

Sementara itu, di penutupan konferensi pers ini, Kombes Hengki Haryadi juga menjelaskan bahwa Tempat Kejadian Perkara (TKP) tidak terlalu steril karena saat penggerebekan ada warga yang menyiram kopi untuk menghilangkan bau, dan jenazah Dian dan Reni ditemukan dalam satu kamar yang terkunci dari dalam.***

Reporter Zharifah Ardiana
Editor Dian Naren