AYOJAKARTA.COM - Ferdy Sambo sampai meninju tembok gara-gara terbawa emosi ketika menjelaskan peristiwa yang terjadi di kediamannya di Duren Tiga, setelah Brigadir J tewas.
AKBP Ridwan Soplanit, sosok yang menjadi saksi dan melihat TKP secara langsung beberapa saat setelah tembak menembak terjadi, menjelaskan tentang tindakan yang dilakukan Ferdy Sambo setelah membunuh Yosua.
Ridwan Soplanit yang saat itu menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Jakarta Selatan menjadi orang pertama yang datang ke kediaman Ferdy Sambo di hari pembunuhan Brigadir J.
Atas peran pentingnya tersebut, ia kemudian diundang menjadi saksi di sidang lanjutan kasus pembunuhan terhadap Brigadir J yang digelar pada Senin (21/11/2022).
Baca Juga: Melalui Kuasa Hukum, Putri Candrawathi Ajukan Permohonan Dokter Pribadi, Sakit Apa?
Ia bercerita tentang tindakan yang dilakukan Ferdy Sambo ketika dirinya sampai di kediaman mantan Kadiv Propam tersebut.
Dikutip AyoJakarta.com dari Suara.com pada Rabu (23/11/2022), Ridwan Soplanit mengatakan bahwa dirinya sempat dihubungi oleh sopirnya untuk menemui Ferdy Sambo di kediamannya.
Ia bahkan mendapatkan missed call sampai tiga kali.
"Pukul 17.30 kurang lebih kami mendengar bunyi handphone. Setelah itu, saya mengecek handphone, saya lihat ada panggilan yang keempat kali. Jadi sebelumnya ada missed call tiga kali," kata Ridwan Soplanit.
Rumahnya yang dekat dari kediaman Ferdy Sambo, membuatnya langsung bergegas menemui terdakwa kasus pembunuhan terhadap Brigadir J tersebut.
Setibanya ia di kediaman terdakwa, sudah ada lima orang yang berada di sana yakni Ferdy Sambo, Richard Eliezer, Kuat Maruf, Adzan Romer dan Prayogi.
Tak lama setelah itu, Ferdy Sambo memerintahkan Ridwan Soplanit untuk mengikutinya.
"Kasat, kamu sini ikut saya," perintah Ferdy Sambo.
"Siap Jenderal," jawab Ridwan Soplanit mematuhi perintah.
Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah Covid-19 Jadi Skenario Baru Putri Candrawathi?
Dalam keterangannya, Ridwan Soplanit mengatakan bahwa ia sama sekali tidak mengetahui peristiwa apa yang terjadi sampai Ferdy Sambo menceritakan kronologi versi dirinya.
"Peristiwa ini tembak-menembak, ini yang tergeletak di bawah Yosua. Ini kejadian ini karena dia melecehkan istri saya," tutur Ridwan Soplanit menirukan cerita Ferdy Sambo.
Sembari bercerita, Ferdy Sambo bahkan sampai meninju tembok yang ada di dekatnya hingga membuat Ridwan Soplanit terkejut.
"Pada saat dia menerangkan, dia menepuk tembok agak keras. Saya agak sempat kaget juga, Yang Mulia," cerita Ridwan Soplanit kepada hakim.
"Kepalanya tunduk ke tembok, kemudian dia melihat saya terus sambil menggeleng-geleng kepala, matanya agak berkaca-kaca," pungkas Ridwan Soplanit.***