News

Cek Fakta: Benarkah Covid-19 Jadi Skenario Baru Putri Candrawathi?

Oleh: Ardiany Fitri Sholekah Rabu 23 Nov 2022, 13:10 WIB
Cek Fakta: Benarkah Covid-19 Jadi Skenario Baru Putri Candrawathi?

AYOJAKARTA.COM - Setelah libur selama sepekan, sidang lanjutan pembunuhan Brigadir J kembali diselenggarakan pada minggu ini.

Pada Selasa 22 November 2022, seharusnya terdakwa Putri Candrawathi dihadirkan pada ruang sidang.

Namun terdakwa Putri Candrawathi dikabarkan tengah terpapar Covid-19 sehingga mengharuskannya mengikuti sidang secara virtual.

Baca Juga: Skenario Ferdy Sambo Terbongkar! Hakim Cecar Saksi Berkata Jujur: Nggak Usah Takut Semua Sudah di Dalam Sel

Putri pertama terdakwa Putri Candrawathi, Trisha Eungelica Ardyadana mengunggah sebuah foto dirinya dengan sang ibu dengan caption 'pet mbuh mama'.

Publik pun dibuat semakin curiga bahwa sakit yang sedang diderita oleh Putri Candrawathi adalah sebuah rekayasa.

Baca Juga: Putri Candrawathi Tidak Hadir dalam Persidangan, Ternyata Ini Alasannya

Hal ini disampaikan sebuah akun YouTube Anjas Asmara yang merasa curiga dikarenakan terdakwa Putri Candrawathi yang selama ini berada di tahanan hanya bertemu dengan pengacara dan pihak Kejaksaan saja.

"Apalagi kan posisi PC di dalam rutan, nggak ketemu banyak orang, paling ketemunya cuma pengacaranya itupun juga harus ada jam jenguknya. Bahkan pengacaranya kita ketahui tidak ada satupun yang terkena covid juga," ucap akun YouTube Anjas Asmara.

Selain itu, skenario diperkuat dengan pernyataan terdakwa Ferdy Sambo bahwa keluarganya memiliki standar yang tinggi dalam menghindari virus Covid-19.

Hal ini menurut Anjas Asmara merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk membuat hakim percaya bahwa covid yang sedang diderita oleh Putri Candrawathi bukan rekayasa.

Baca Juga: Melalui Kuasa Hukum, Putri Candrawathi Ajukan Permohonan Dokter Pribadi, Sakit Apa?

Menurut Anjas Asmara kemungkinan Putri Candrawathi mengcovidkan dirinya adalah untuk menghindari persidangan secara langsung.

Hal ini kemungkinan dilakukan oleh Putri Candrawathi karena sudah mendekati sidang pembuktian.

Anjas Asmara menambahkan jika sidang dilakukan secara daring, kemungkinan dapat mengurangi tekanan karena tidak berhadapan langsung dengan hakim dan awak media.

"Aku menilai ada strategi lain yang diambil saat ini agar PC jangan terlalu banyak diperiksa dulu, dengan cara mengcovidkan diri," tambahnya.

"Kalau sekarang yang terkena covid PC, tidak menutup kemungkinan besok lagi ada terdakwa lagi yang berusaha melakukan hal yang seperti ini," pungkas Anjas.***

Reporter Ardiany Fitri Sholekah
Editor Fathul Amanah