AYOJAKARTA.COM - Irma Hutabarat merupakan seorang aktivis yang disorot masyarakat karena buka suara terkait persidangan Ferdy Sambo melalui kanal YouTube Irma Hutabarat - HORAS INANG.
Dikutip ayoJakarta.com dari live streaming kanal YouTube Irma Hutabarat - HORAS INANG pada 21 November 2022, Irma Hutabarat menjelaskan update kasus pembunuhan Brigadir J sekaligus mengenang Brigadir J bersama warganet.
Diketahui, dalam siaran live streaming 20 November 2022 adalah bertepatan dengan ulang tahun Brigadir Josua yang ke 28 tahun.
Siaran live streaming dengan judul "DIRGAHAYU BRIGADIR J 28 TAHUN - JOSUA DALAM KENANGAN," membuat warganet kembali berempati.
Irma Hutabarat menginformasikan terkait keluarga Brigadir J yang ziarah ke makam di hari ulang tahun Brigadir J.
Tak hanya itu, ia juga menunjukkan foto kenangan Brigadir J semasa hidup yang penuh prestasi.
"Ibunda Brigadir J memiliki harapan untuk kasus itu tuntas setransparannya dan memulihkan nama baik anaknya," terang Irma Hutabarat.
Baca Juga: Romantisme Penggemar Bharada E, Kirim Karangan Bunga ke PN Jaksel Sebagai Bukti Dukungan
Melalui pembukaan siaran live streamingnya, Irma Hutabarat menjelaskan bahwa akan ada sidang lanjutan pada Senin, 21 November 2022 yang berarti persidangan kasus pembunuhan Brigadir J memasuki pekan ke empat.
"Perjalanan kita masih panjang," kata Irma Hutabarat pada penonton siaran langsungnya.
Hal ini memicu empati para penonton siaran live streaming Irma Hutabarat.
Banyak yang mengucapkan selamat ulang tahun kepada Brigadir J di kolom komentar hingga menyebutkan bahwa sosok Brigadir J adalah pahlawan yang membuka mata masyarakat.
Baca Juga: Momen Bisik-Bisik Richard Eliezer dengan Penasehat Hukum Ronny Talapessy saat Persidangan
Irma Hutabarat menilai, apa yang sering dibahas pada persidangan Brigadir J merupakan opini, bukan fakta.
Salah satunya soal kepribadian Yosua.
“Seolah-olah ada opini lagi bahwa kepribadian ganda, ada opini lagi bahwa Yosua suka pergi ke bar. Emang kenapa kalau pergi ke bar? Kalau kau suka karaoke terus kau boleh dibunuh. Itu aja jawabannya,” kata Irma Hutabarat.
Baca Juga: Profiling Brigadir J Gagal, Irma Hutabarat: Mending Febri Suruh Ferdy Sambo Pura-Pura Gila Saja!
Menurut Irma Hutabarat, apa yang dilakukan kubu Ferdy Sambo adalah pengalihan motif yang picik karena menyerang kehormatan orang yang sudah meninggal.
“Picik lah. Karena apa? menyerang kehormatan orang yang sudah mati itu ada pasalnya," ujar Irma.
"Kenapa? Karena dia (orang yang meninggal) tidak bisa bela diri. Karena kau tidak boleh mengatakan sesuatu tanpa bukti dan fakta," lanjutnya.
"Kalau dia bilang suka pergi karaoke, itu kan asumsi jadinya opini. Ada fakta dia suka pergi karaoke tetapi apakah semua orang yang suka karaoke boleh dibunuh, ditembak 5 kali?” kata Irma dengan kesal.***