News

Misteri Sarung Tangan Hitam yang Digunakan Ferdy Sambo Diungkap Ajudan Romer Dalam Persidangan

Oleh: Dyah Arum Ratri Selasa 08 Nov 2022, 15:15 WIB
Misteri Sarung Tangan Hitam yang Digunakan Ferdy Sambo Diungkap Ajudan Romer Dalam Persidangan

AYOJAKARTA.COM - Sidang lanjutan terdakwa pembunuhan berencana terhadap Brigadir J yakni Ferdy Sambo digelar hari ini.

Sidang lanjutan terdakwa Ferdy Sambo masih dengan agenda yang sama yakni mendengarkan keterangan dari saksi.

Saksi yang dihadirkan dalam sidang lanjutan hari ini adalah para ajudan terdakwa Ferdy Sambo.

Baca Juga: Viral Video Ketua Komnas HAM Ingatkan Penyidik Hati-hati: Ferdy Sambo Bukan Orang Sembarangan, Dia Bos Mafia!

Para ajudan yang dihadirkan dalam persidangan hari ini tersebut diantaranya adalah Romer dan Daden.

Namun ada fakta mengejutkan yang diungkapkan oleh saksi Romer dalam persidangan.

Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok Berliyaanii pada Selasa (8/11/22), informasi mengejutkan yang disampaikan oleh saksi Romer tersebut adalah  fakta mengenai sarung tangan hitam.

Baca Juga: CEK FAKTA : Deretan Kebohongan Susi ART Ferdy Sambo Menurut Bharada E, Warganet : Dia Pakai Handsfree!

Seperti informasi yang telah beredar sebelumnya, ramai disebutkan jika Ferdy Sambo mengenakkan sarung tangan hitam sebelum terjadi penembakkan terhadap Brigadir J.

Hakim kemudian coba menggali keterangan dari saksi Romer mengenai fakta sarung tangan hitam tersebut.

Awalnya saksi Romer menuturkan kejadian saat Ferdy Sambo tiba di rumah Duren Tiga.

Baca Juga: 5 Fakta Mengejutkan Sidang Ferdy Sambo, Beda dari BAP hingga Anak Bungsu Putri Candrawathi Hasil Adopsi

Romer menceritakan dirinya tidak langsung membuka pintu mobil untuk Ferdy Sambo dan menunggu Sambo yang membuka pintu.

Kemudian Romer mengatakan jika mobil Ferdy Sambo justru berjalan agak ke depan.

“Mobilnya jalan ke depan lagi yang mulia terus setelah itu saya menghampiri mobil dan berdiri di belakangnya yang mulia” ujar Romer.

Baca Juga: Apa yang Akan Digali Hakim dan JPU pada Sidang Lanjutan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Hari Ini?

Lebih lanjut ia menuturkan, “Kemudian bapak buka pintu baru saya kesana membukakan pintu terus setelah itu bapak turun, setelah turun saya melihat senjata yang jatuh yang mulia” 

Romer mengatakan seingat dirinya senjata tersebut berjenis HS, sedangkan berdasarkan keterangan saksi Daden, FS tidak menggunakan senjata jenis itu.

“Seingat saya HS, saya sebagai ajudan mau ngambil senjata yang jatuh yang mulia tapi sebelum saya ambil udah keambil duluan” jelas Romer.

Baca Juga: CEK FAKTA: Viral Prajurit TNI Bernama Reza Sambo, Benarkah Masih Saudara dengan Ferdy Sambo? Ini Sosoknya

Menurut kesaksian Romer, FS tidak mengatakan apapun dan kemudian berjalan ke arah garasi di rumah Duren Tiga.

“Tidak menyampaikan apa-apa yang mulia

Habis itu senjata diambil terus saya menutup pintu yang mulia” tutur Romer.

Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Siap Bongkar Fakta Baru Ferdy Sambo Tentang Judi Online

“Berjalan ke arah garasi belakang yang mulia di rumah Duren Tiga 46” imbuh ajudan Ferdy Sambo tersebut.

Romer menuturkan bahwa dirinya melihat Sambo sudah mengenakkan sarung tangan hitam tersebut saat mengambil senjata yang jatuh.

“Saya ngelihatnya pas ngambil senjata aja yang mulia, sarung tangan hitam” ungkap Romer.

Baca Juga: Leonardo Sambo, Kakak Ferdy Sambo yang Hadir sebagai Saksi dalam Sidang Lanjutan Hari Ini

Saat hakim bertanya apakah Ferdy Sambo memang sering menggunakan sarung tangan hitam tersebut, Romer menjawab tidak.

Romer juga mengaku tidak tahu sejak kapan FS menggunakan sarung tangan tersebut padahal sepengetahuan Romer sebelum berangkat FS tidak menggunakan sarung tangan.

Romer menuturkan sarung tangan yang tiba-tiba dipakai oleh Sambo tersebut berjenis sarung tangan karet.

Baca Juga: Ferdy Sambo Berbohong Lagi soal Judi Online? Kamaruddin Simanjuntak Bongkar Fakta Ini

“Kalau seingat saya sarung tangan karet, sarung tangan medis” jelas Romer.

Terakhir Romer menuturkan saat FS masuk ke dalam ia mendengar suara tembakan lantas lari ke depan bersama ART Kodir, karena ia mengira suaranya dari depan.***

Reporter Dyah Arum Ratri
Editor Desi Kris