AYOJAKARTA.COM - Hari Pahlawan 2022 yang diperingati setiap tanggal 10 November menjadi momen yang dinanti-nantikan masyarakat untuk mengenang pengorbanan para pahlawan.
Walaupun masih beberapa hari lagi tapi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sudah melaksanakan rangkaian acara untuk memperingati Hari Pahlawan yang dimulai 6 November 2022 dengan Parade Surabaya Juang.
Dilansir AyoJakarta.com dari akun Instagram @BanggaSurabaya, Pemkot Surabaya mengajak warganya untuk mengikuti Parade Surabaya Juang dengan rute parade dimulai dari depan kantor Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur hingga Balai Kota Surabaya.
Baca Juga: 20 Link Twibbon Hari Pahlawan 10 November 2022, Dapat Dipajang di Media Sosialmu!
Pemkot Surabaya tidak hanya mengadakan Parade Surabaya Juang untuk memeriahkan Hari Pahlawan tapi juga ada rangkaian kegiatan yang adan diadakan sampai dengan 10 November 2022.
Parade Surabaya Juang dibuka dengan atraksi perang 10 November 1945. Acara ini mendapat sambutan meriah dari masyarakat Surabaya.
Penonton ramai bertepuk tangan dan melakukan hormat ketika rombongan parade melewati mereka.
Baca Juga: Filosofi yang Terkandung Dalam Logo Hari Pahlawan 10 November 2022
Ini merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Pemkot Surabaya, tetapi ditiadakan selama 2 tahun selama pandemi.
Tidak heran antuasias warga sangat tinggi, masyarakat Surabaya sudah merindukan momen ini.
Berbeda dari Parade Suraba Juang yang sudah dilaksanakan sebelumnya, kali ini Wali Kota, Wakil Wali Kota dan jajaran FORKOPIMDA hadir dengan menaiki kuda.
Baca Juga: Jelang Hari Pahlawan, Kemenkes Lakukan Tabur Bunga di TMP Kalibata
Pada parade tahun 2019, jajaran ini hadir menggunakan mobil jeep atau kendaraan tempur Anoa.
Peserta parade menggunakan berbagai macam kostum. Dimulai dari kostum pejuang perang, seragam veteran, penjajah, hingga kostum petugas kebersihan yang juga termasuk pahlawan karena sudah menjaga kebersihan kota.
Selain berjalan sesuai rute yang telah ditentukan, terdapat juga aksi pertunjukan yang mereka ulang kejadian 10 November 1945 ketika tewasnya Brigjen Mallaby oleh arek-arek Suroboyo membuat tentara sekutu meradang.
Tentara sekutu memberikan ultimatum kepada rakyat Surabaya untuk menyerahkan senjata dan diri mereka.
Tapi ultimatum tidak diindahkan oleh arek-arek Suroboyo. Dengan gagah berani menggunakan senjata seadanya, mereka melawan tentara sekutu yang memiliki persenjataan lengkap.
Pertempuran ini menelan banyak korban nyawa hingga ribuan jiwa. Surabaya pun hancur lebur akibat serangan sekutu.
Baca Juga: Jelang Hari Pahlawan, Ini Teks Amanat Pembina Upacara di Hari Senin yang Singkat dan Padat
Namun tekat arek-arek Suroboyo tak berubah sedikit pun. Bagi mereka, hanya ada dua pilihan : merdeka atau mati.
Pertunjukan ini dipersembahkan oleh Komunitas Rooderbrug Surabaya, Reenactor Indonesia, para pecinta sejarah, dan juga oleh Olivia Zalianty.
Parade Surabaya Juang juga dihadiri oleh 100 veteran yang mendapat sambutan langsung dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi yang kemudian memimpin pasukan untuk memberikan penghormatan kepada bendera merah putih yang dikibarkan di atas Hotel Majapahit.***