AYOJAKARTA.COM - Kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat masih terus bergulir.
Persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memasuki minggu ketiga pada bulan November 2022.
Susi asisten rumah tangga atau ART Ferdy Sambo yang telah bekerja selama tiga tahun, turut dihadirkan di dalam persidangan sebagai saksi terdakwa Bharada E atau Richard Eliezer pada Senin (31/10/2022) lalu.
Namun sayangnya, dalam kesaksiannya, Susi dinilai oleh Majelis hakim telah berbohong dan mencoba menutup-nutupi kronologi pembunuhan Yosua Hutabarat yang sebenarnya.
Baca Juga: Suami Susi ART Ferdy Sambo, Buka Suara Minta Istrinya Berkata Jujur dan Tidak Memihak Siapapun
Hakim bahkan sempat dibuat geram dengan kesaksian Susi karena terus berbelit-belit dan bahkan hanya menjawab tidak tahu dalam persidangan.
Sikap kurang kooperatif Susi inilah yang kini membuat banyak publik bertanya-tanya, sebenarnya apa yang terjadi pada Brigadir J hingga harus kehilangan nyawa di rumah Ferdy Sambo.
Kesaksian istrinya dinilai penuh kebohongan, suami Susi pun angkat bicara.
Ia meminta istrinya untuk berkata jujur di dalam persidangan.
Suami Susi Kujaeni Tamsil yang merupakan warga Wonosobo Jawa Tengah berharap sang istri dapat berkata jujur dan tidak terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir J.
Baca Juga: 'Spesialis CCTV' Sambo, JPU Tanggapi Eksepsi Baiquni Wibowo dan Chuck Putranto Hari Ini
Kujaeni menyebutkan bahwa dirinya tidak pernah tahu terkait istrinya telah terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir J tersebut hingga kemudian ia melihat istrinya berada di siaran persidangan dan membuatnya terkejut.
"Punya masalah ini nggak cerita, nggak pernah cerita istri saya, karena saya lihat di TV kaget saya kalau istri saya ikut terlibat itu lho kemaren sidang," ujar Kujaeni seperti dikutip ayojakarta.com dari YouTube Kompas TV pada Kamis (03/11/2022).
"Kagetlah, apalagi sidang begitu dibentak-bentak kan namanya perempuan ya takut lah," katanya.
Kujaeni berpesan kepada Susi untuk tidak berbohong di dalam persidangan dan tidak perlu takut mengungkap siapa saja yang terlibat dalam pembunuhan tersebut.
"Ya kalo saya tu ngomong jangan bohong. Orang tuh nggak usah bohong, apa adanya yang jujur. Orang jujur itu penting iya kan. Kalau orang nggak jujur ya ajur (hancur) tinggal siapa yang terlibat ngomong aja nggak usah takut," katanya.
"Harapan saya ya tak suruh jujur, nggak usah takut sama siapa-siapa, nggak usah mbelani sapa-sapa," tambahnya.***