AYOJAKARTA.COM - Banyak anak bangsa Indonesia memiliki cita-cita menjadi TNI bahkan meski terlahir sebagai anak petani tidak menghalangi semangat menggapai mimpi menjadi TNI.
Siapa sangka ternyata dua anak petani ini berhasil membuktikan bahwa dengan perjuangan dan pengorbanan mereka bisa menjadi Jenderal TNI.
Dengan keberhasilan mereka meraih pangkat sebagai Jenderal TNI menjadi sebuah kebanggaan keluarga yang hanya berlatar belakang sebagai anak petani.
Baca Juga: Sadis! Bukan Hanya Ade Yunia yang Dibunuh, Ternyata Rudolf Tobing Targetkan 3 Orang Untuk Dihabisi, Siapa?
Siapakah mereka? Bagaimana kisahnya?
1. Jenderal TNI Moeldoko
Moeldoko terlahir bukan dari keluarga militer melainkan dari keluarga petani yang sederhana.
Pria bernama lengkap Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Moeldoko, S.I.P. merupakan salah satu tokoh militer Indonesia yang disegani masyarakat karena karir hebatnya.
Moeldoko merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang kini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan Indonesia.
Moeldoko diangkat sejak Kepemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Januari 2018.
Jenderal TNI Moeldoko dilahirkan di Desa Pesing, Kecamatan Purwosari, Kediri.
Putra bungsu dari 12 bersaudara yang terlahir dari pasangan Moestaman dan Masfu'ah.
Orang tua Moeldoko berprofesi sebagai petani di desa mereka.
Baca Juga: Netizen Ungkit Masalalu Lesti Kejora, Ini Adu Kekayaan Rizki DA dengan Rizky Billar, Siapa yang Paling Kaya?
Demi mewujudkan mimpinya menjadi TNI, Moeldoko sempat dijuluki sebagai 'anak desa'.
Karir Moeldoko sebagai Jederal menuai banyak pujian dari masyarakat dan berjalan relatif mulus.
Pria kelahiran Kediri, Jawa Timur pada 8 Juli 1957 ini menorehkan namanya sejak dilantik sebagai Kasdam Jaya tahun 2008.
Lalu hanya 3 bulan setelah menjabat sebagai KSAD, Presiden SBY mengangkatnya sebagai calon tunggal Panglima TNI, dan mendudukannya untuk kualifikasi di depan komite satu DPR RI.
Pada agustus 2013, dalam mengikuti tes kelayakan di sidang komisi satu DPR, Moeldoko memaparkan visi dan misinya.
Kemudian Moeldoko juga menjawab berbagai pertanyaan dari anggota komite satu.
Akhirnya secara aklamasi ke-9 fraksi di komisi satu menyepakati pengangkatan Moeldoko sebagai Panglima TNI.
Baca Juga: Nikmati Liburan dengan Wahana Sky Dinning dalam Kereta Gantung di Jakarta, Satu-satunya di Indonesia!
Berikut karir Moeldoko di dunia Militer.
1. Danton Yonif Linud 700/BS Kodam VII/Wirabuana pada tahun 1981
2. Danki A Yonif Linud 700/BS Kodam VII/Wirabuana pada tahun 1983
3. Kasi Operasi Yonif Linud 700/BS Kodam VII/ Wirabuana
4. Perwira Operasi Kodim 1408/BS Makassar
5. Wakil Komandan Yonif 202/Tajimalela
6. Kasi Teritorial Brigif-1 PAM IK/JS
7. Komandan Yonif 201/Java Yudha pada tahun 1995
8. Komandan Kodim 0501 Jakarta Pusat pada tahun 1996
9. Sepri Wakasad TNI AD pada tahun 1998
10. Pabandya-3 Ops PB-IV/SOPSAD
11. Komandan Brigif-1/Java Sakti pada tahun 1999
12. Asops Kasdam VI/Tanjungpura
13. Dirbindiklat Pussenif
14. Komandan Rindam VI/Tanjungpura pada tahun 2005
15. Komandan Korem 141/Toddopuli Bone pada tahun 2006
16. Pa Ahli Kasad Bidang Ekonomi pada tahun 2007
17. Direktur Doktrin Kodiklat TNI AD pada tahun 2008
18. Kasdam Java pada tahun 2008
19. Panglima Divisi Infanteri 1/Kostrad pada tahun 2010
20. Panglima Kodam XII/Tanjungpura pada tahun 2010
21. Panglima Kodam III/Siliwangi pada tahun 2010
22. Wakil Gubernur Lemhannas pada tahun 2011
23. Wakasad pada tahun 2013
24. Kasad pada tahun 2013
25. Panglima TNI pada tahun 2013 hingga 2015
Setelah pensiun dari militer, Moeldoko terjun ke dunia politik dan menjadi pengusaha.
Dia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Partai Hanura dan sekarang dipercaya sebagai Kepala Staf Presiden.
Baca Juga: Ramai Artis Inisial R, Hard Gumay Bongkar Kondisi Rumah Tangga Raffi Ahmad
2. Laksamana TNI Yudo Margono
Laksamana TNI Yudo Margono juga berlatar belakang dari keluarga petani yang berhasil menjadi Jenderal TNI.
Pria bernama lengkap Laksamana TNI Yudo Margono, H.E. M.M., merupakan perwira senior TNI Angkatan Laut yang menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut ke-27 sejak 20 mei 2020.
Yudo Margono lahir di desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada 26 November 1965
Yudo terlahir dari keluarga petani yang sederhana kemudian berjuang keras mewujudkan mimpinya menjadi TNI.
Pengalaman tidak terlupakan bagi Yudo, ketika ia tidur di masjid selama proses pendaftaran TNI.
Pengorbanan itu akhirnya terbayarkan, Yudo berhasil menjadi anggota TNI bahkan dengan pangkat Bintang 4.
Karirnya Yudo di dunia militer cukup mengesankan, tehitung berbagai jabatan mentereng pernah ia duduki.
Baca Juga: Meladeni Pernyataan Pengacara Rizky Billar, Satria Mulia : Ditunggu Surat Panggilannya
Sebelum diangkat sebagai kepala staf Angkatan Laut, Yudo memegang jabatan berikut.
1. Asisten Perwira Divisi (Aspandi) Senjata Artileri Rudal di KRI YNS 332 pada tahun 1988
2. Kadep OPS KRI Ki Hajar Dewantara 364
3. Palaksa KRI Fatahillah 361
4. Komandan KRI Pandrong 801
5. Komandan KRI Sutanto 877
6. Komandan KRI Ahmad Yani 351
7. Komandan Lanal Tual pada tahun 2004 hingga 2008
8. Komandan Lanal Sorong pada tahun 2008 hingga 2010
9. Komandan Satkat Koarmatim pada tahun 2010 hingga 2011
10. Komandan Satkor Koarmatim pada tahun 2011 hingga 2012
11. Komandan Kolatarmabar pada tahun 2012 hingga 2014
12. Paban II Opslat Sops Mabesal pada tahun 2014 hingga 2015
13. Komandan Lantamal I Belawan pada tahun 2015 hingga 2016
14. Kepala Staf Koarmabar pada tahun 2016 hingga 2017
15. Pangkolinlamil pada tahun 2017 hingga 2018
16. Pangarmabar pada tahun 2018
17. Pangarmada I pada tahun 2018 hingga 2019
18. Pangkogabwilhan I pada tahun 2019 hingga 2020
19. Kasal pada tahun 2020 hingga sekarang
Itulah profil 2 anak petani hebat yang berhasil mewujudkan mimpi mereka menjadi Jenderal TNI.
Kisah tersebut menggambarkan kata pepatah, "hasil tidak mengkhianati proses".***