AYOJAKARTA.COM - Dikenal sebagai sosok yang sangat vokal dan kritis terhadap sejumlah permasalahan hukum, pengacara Alvin Lim pada 5 Januari 2025 tutup usia.
Setelah berjuang cukup lama melawan penyakit gagal ginjal stadium 5, Alvin Lim diketahui meninggal dunia setelah menjalani cuci darah di RS Mayapada, Tangerang, Banten.
Selain istri bernama Phioruci Pangkaraya, pengacara Alvin Lim juga meninggalkan seorang putri dari pernikahan pertamanya bernama Kate Victoria Lim.
Baca Juga: Cara Login Coretax Terbaru 2025, Sistem Perpajakan Baru Pengganti DJP Online
Melalui kanal YouTube Quotient TV yang dikelolanya, Alvin diketahui banyak bersuara lantang terkait sejumlah permasalahan hukum di Indonesia.
Disamping banyak mengkritik perilaku buruk sejumlah oknum penegak hukum, Alvin juga tidak sungkan untuk menyebut sejumlah instansi yang diduga bermasalah.
Akibat sejumlah video unggahan di kanal YouTube, Alvin juga sempat berulang kali menjadi sasaran dari berbagai komentar dan tanggapan oleh beragam kalangan.
Terkait kasus Ferdy Sambo, Alvin sempat menyebut mantan Kadiv Propam tersebut memiliki akses cukup leluasa selama berada di Rutan Salemba.
Dampak dari pernyataannya tersebut, Alvin Lim kemudian sempat menjadi sorotan dari sejumlah media dan membuat Pengelola Rutan dihujani pertanyaan.
Selain banyak memberikan tanggapan terkait kasus Ferdy Sambo dan oknum di Kejaksaan Agung, Alvin Lim juga sempat mengomentari kasus Vina Cirebon dan opini ekonomi.
Dalam salah satu unggahan video, Alvin yang sempat menjadi bankir saat di Amerika memprediksi perekonomian Indonesia di tahun 2025 akan semakin sulit.
Salah satu indikasi perekonomian Indonesia pada tahun 2025 akan semakin sulit adalah banyaknya sejumlah usaha berskala raksasa yang mengalami pailit.
Bukan hanya dalam bidang industri media dan hiburan, kondisi sulit juga terjadi pada sektor kuliner cepat saji, herbal tradisional hingga perusahaan tekstil.
“Kalau tidak mampu membayar hutang tentu akan pailit karena hutangnya sudah terlalu banyak,” ungkap Alvin usai perawatan.
Dampak jangka panjang dari runtuhnya sejumlah perusahaan raksasa, selain berkurangnya pendapatan dari sektor pajak adalah meningkatnya angka pengangguran dan kebutuhan.
Jumlah pengangguran dan kebutuhan yang semakin sulit ditekan, menurut Alvin dapat berdampak pada bertambahnya potensi angka kejahatan.
Karena itu, Alvin berharap agar pemerintah Presiden Prabowo lebih bersikap waspada terhadap berbagai industri keuangan yang saat ini telah banyak dikuasai para Koruptor.
Gebrakan dan langkah nyata pemerintahan Presiden Prabowo untuk memperkecil angka korupsi menurut Alvin sangat dibutuhkan Indonesia saat ini.
“Perekonomian Indonesia sedang mengalami resesi, kita harus mencegah agar tidak terjadi Depresi ekonomi,” tegas Alvin sebelum kepergiannya.***