AYOJAKARTA.COM - Setelah sebelumnya sempat mencuri perhatian dengan viralnya video marah-marah, kini Yusuf Mansur kembali jadi perbincangan lantaran mengklaim dirinya sebagai komisaris Grab.
Ustaz Yusuf Mansur membuat geger media sosial lagi usai mengaku sebagai Komisaris Grab.
Pengakuan Yusuf Mansur menjabat Komisaris Grab terungkap dalam potongan video saat ia berceramah.
Video potongan ceramah Yusuf Mansur yang mengaku Komisaris Grab berdar di media sosial hingga viral.
Baca Juga: Ramalan Tarot Hari Ini Sabtu 8 Oktober 2022: Taurus Bergerak Maju, Sagitarius Merenungkan Hidup
Dalam potongan video berdurasi 59 detik itu, ayah Wirda Masur itu membicarakan soal Grab yang sudah menjadi decacorn.
"Orang ngomong unicorn, unicorn, unicorn. Saya lihat hari ini Grab di mana-mana pasang decacorn. Decacorn itu ten corn, 10 kali." kata Yusuf Mansur.
"Unicorn itu satu miliar dolar, one billion dollar, kalau decacorn itu 10 miliar dolar, seratus empat puluh triliun kira-kira." sambung ustad kondang tersebut.
Yusuf Mansur lantas menyebut, dirinya komisaris di Grab dan mempersilakan perusahaan itu belajar di perusahaan terkait.
"Nah yang hari ini, yang sudah South East Asia itu Grab. Selamat buat Grab. Saya Komisaris di sana. Loh iya, Gua diem aja digaji. Ya, karena Grab mempersilahkan saya belajar dan saya juga nawaitu-nya belajar. Ketika saya tanda tangan mengiyakan menjadi komisaris Grab, dengan izin Allah, Saya mau belajar." kata dia.
Namun, klaim tersebut kini sudah dibantah oleh pihak Grab dan menegaskan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar.
"Terkait unggahan video yang beredar di media sosial mengenai klaim Ustaz Yusuf Mansur sebagai Komisaris dari Grab Holdings Limited, bersama ini kami tegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar," tulis surat yang ditandatangaini Head, Corporate & Policy Communications, Grab Indonesia, Dewi Nuraini.
"Ustaz Yusuf Mansur tidak pernah terdaftar menjadi Dewan Komisaris Grab Holdings Limited (NASDAQ:GRAB). Informasi resmi terkini mengenai struktur organisasi Grab Holdings Limited dapat diakses publik melalui tautan ," imbuh dia. ***