AYOJAKARTA.COM - Tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang masih meninggalkan duka mendalam.
Terlebih bagi keluarga suporter yang menjadi korban kericuhan di stadion tersebut.
Tragedi yang menimbulkan lebih dari 100 orang meninggal tersebut masih diusut pihak kepolisian.
Diinformasikan banyaknya korban meninggal dikarenakan efek gas air mata yang disemprotkan oleh pihak keamanan.
Dari hasil penyelidikan, Kapolri Listyo Sigit Prabowo sudah mengumumkan enam tersangka Tragedi Kanjuruhan.
Keenam tersangka Tragedi Kanjuruhan tersebut adalah Ir AHL Direktur Utama PT LIB, AH Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan, SS selaku Security Officer, Wahyu SS Kabag Ops Polres Malang, Saudara H Danki 3 Brimobb Polda Jatim dan terakhir TSA Kasat Samapta Polres Malang.
Di sisi lain, ada pernyataan dari pihak Aremania yang cukup membuat warganet gempar.
Tidak hanya warganet, bahkan pihak Aremania sendiri tidak setuju dengan pernyataan dari sosok yang merupakan suporter Arema tersebut.
Sosok Aremania tersebut adalah Dadang yang merupakan dirigen dari suporter Arema.
Beberapa waktu lalu Dadang membuat pernyataan mengejutkan terkait penolakannya atas pernyataan perdamaian dari suporter Persebaya yakni Bonek.
Atas hal itu, Dadang langsung mendapat kritikan pedas dari warganet bahkan dari Aremania sendiri.
Hampir semua Aremania mengatakan jika pernyataan Dadang tersebut tidak mewakili para Aremania yang lain.
Diinformasikan suporter Arema juga membuka pintu besar untuk menyambut perdamaian dengan Bonek.
Baca Juga: Kenapa Dadang Aremania Ramai Dibicarakan Oleh Netizen? Berikut Rinciannya!
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Ratu Bidadari Tv pada Jumat (7/10/2022), atas pernyataannya tersebut Dadang memberikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf.
“Assalamualaikum saya Dadang saya pribadi mohon maaf apabila ada kekeliruan omongan saya tidak bermaksud untuk menolak kehadiran teman-teman Bonek ke Malang,” ujar pria yang merupakan dirigen para Aremania tersebut.
Bahkan dalam klarifikasinya Dadang juga mempersilahkan para Bonek jika ingin mengikuti acara tahlil yang digelar oleh Aremania.
Dadang menjelaskan bahwa pernyataannya di acara Najwa Shihab tidak bermaksud menolak kehadiran para Bonek.
Namun ia menolak jika kehadiran Bonek hanya ingin membicarakan perihal perdamaian.
Menurut Dadang, ini bukan saat yang tepat untuk membahas hal tersebut namun Dadang ingin pertemuan Bonek dan Aremania fokus pada acara mendoakan para korban terlebih dahulu.
Dadang juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para Bonek yang membuat acara di Tugu Pahlawan untuk mengenang dan mendoakan para korban.
“Andie Peci dan seluruh saudara-saudara Bonek, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya, mohon maafkan saya," ungkapnya.
“Atas luput dan khilafnya pernyataan saya,” imbuh Dadang.
Dadang mengatakan jika saat memberi pernyataan tersebut dirinya memang dalam kondisi sangat lelah baik secara fisik maupun pikiran.
Dadang juga berharap suatu saat baik Aremania maupun Bonek bisa bersama dalam satu tribun.
Bahkan Dadang memastikan bahwa hal tersebut cepat atau lambat akan terjadi.
“Semoga kelak kita akan satu tribun, kita berdamai dan saya yakin itu pasti, cepat atau lambat itu pasti”, harap Dadang.***