News

Diduga Mengalami Gangguan Jiwa, Seorang Anak Di Purwakarta Tega Membunuh Ibu Kandungnya Dengan Benda Tajam

Oleh: Redaksi Rabu 21 Sep 2022, 14:21 WIB
police line

AYOJAKARTA.COM - Seorang anak berinisial TS tega membunuh ibu kandungnya sendiri yang bernama Masitoh karena diduga mengalami kelainan jiwa.

Di ketahui pelaku menusuk sang ibu beberapa kali akibat kesal karena sering di marahi.

Menurut keterangan Kabid Humas Polda Jawa Barat Pol Ibrahim Tompo dilansir dari republika.com mengatakan bahwa pemeriksaan yang mereka lakukan menghasilkan bahwa pelaku sudah menjalani masa pengobatan sejak tahun 2019 karena terindikasi gangguan jiwa.

"Indikasi awal pelaku mengalami gangguan jiwa," ujarnya saat menkonfirmasi pada Rabu (21/9/2022) dikutip dari republika.com.

Baca Juga: Viral! Pelajar SMK di Jaktim Bawa Buaya Saat Tawuran, Tak Disangka Ternyata Ini Alasan Dibaliknya: Mindblowing

Dia mengatakan bahwa pelaku sering melamun jika sudah kahabisan stok obat. Dan diketahui ini pertama kalinya pelaku marah bahkan sampai tega membunuh nyawa sang ibu.

"Baru pertama kali ini dia melakukan hal seperti ini, biasanya tidak pernah marah-marah." Katanya dilansir dari republika.com

Masitoh (46 tahun) warga kampung Ngenol, Desa Gunung Hejo, Kabupaten Purwakarta di temukan tewas pada selasa (20/9/2022) dirumahnya.

Dia diduga meninggal akibat tusukan benda tajam (pisau) yang didapatkan dari perlakuan anak kandungnya sendiri.

Kemudian Kabid Humas Polda Jabar membenarkan kejadian tragis itu dan kini pelaku telah diamankan dan sedang menjalankan proses pemeriksaan.

"Pelaku sudah diamankan dan sedang menjalani proses pemeriksaan." Ujar nya pada selasa (20/9/2022).

Baca Juga: Semakin memanas! Kasus Perselingkuhan Reza Arap Kini Masih Menjadi Trending di Twitter

Dia memberi keterangan bahwa pelaku menusuk korban sebanyak 20 kali karena emosi saat sedang dimarahi. Namun, Kabid Humas tidak memberi keterangan secara detail penyebab pastinya seperti apa saat pelaku sedang dimarahi oleh korban.

"Pengakuan pelaku melakukan pembacokan sebanyak kurang lebih sampai 20 kali." Katanya dilansir dari republika.com. *** (Fajar Abdul Siddiq)

Reporter Redaksi
Editor Dian Naren