News

Solusi Agar Harga BBM Tidak Naik, Rizal Ramli: Kita Nafas Dulu

Oleh: Linda Wati Rabu 21 Sep 2022, 09:30 WIB
Solusi Agar Harga BBM Tidak Naik, Rizal Ramli: Kita Nafas Dulu

AYOJAKARTA.COM - Semenjak harga BBM naik, harga kebutuhan pokok di pasaran pun ikut naik.

Rakyat mendesak untuk menurunkan harga BBM dan meminta solusi agar harga BBM tidak naik.

Rizal Ramli selalu pengamat ekonomi, memberikan tanggapannya terkait solusi kenaikan harga BBM.

Baca Juga: Masyarakat Merasa Pertalite Makin Boros, Pemerintah Berikan BLT BBM: SEGERA CEK DI SINI!

Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube TvOneNews pada Rabu 21 September 2022 terkait solusi yang bisa diambil pemerintah untuk mengupayakan pembatalan kenaikan harga BBM.

Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi untuk kebutuhan sehari-harinya.

Dari dulu memang kenaikan harga BBM menjadi problematika bagi kalangan masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.

Baca Juga: Setelah Naiknya Harga BBM Bersubsidi, Masyarakat Keluhkan Pertalite Menjadi Lebih Boros

Bagaimana tidak, kenaikan bahan bakar minyak selalu berdampak pada kebutuhan pokok lainnya.

Setidaknya ada dua solosi yang diberikan Rizal Ramli selaku pengamat ekonomi supaya BBM tidak perlu naik. yakni :

Yang pertama, mengefisienkan pengeluaran

Baca Juga: Jokowi Bicara Soal Pembagian BLT BBM pada Masyarakat yang Terdampak, Minta Penyaluran Tepat Sasaran

Rizal Ramli mengungkapkan bahwa adanya ketidak efisienan pada Pertamina dan PLN dengan nilai yang besar sekali.

Setidaknya Pertamina harus bisa menurunkan pengeluaran sebanyak 20 persen, yang mana itu bisa menghemat 100 Triliyun.

Nominal tersebut cukup untuk memberikan solusi supaya BBM tidak perlu naik.

Baca Juga: Tri Rismaharini Umumkan Penerima BLT BBM, Dapat Dana Segar dari Menku Rp 400 Miliar

Kedua, membayar bunga cicilan dan pokok hutang.

Anggaran yang diberikan oleh pemerintah, baiknya dapat untuk lebih dulu membayar bunha cicilan dan pokok hutang.

Rizal Ramli menyebutkan bahwa dalam tempo satu tahun dana untuk membayar bunga senilai 805 Triliyun.

Baca Juga: Dampak BBM Naik, Harga Cabai di Pasar Rawamangun Mulai Melambung

Menurut keterangannya, biaya bunga tersebut terlalu mahal dan beliau menyarankan supaya dapat lebih bisa bernegosiasi dalam berbisnis.

Dengan begitu, setidaknya pemerintah Indonesia bisa lebih hemat 200 Triliyun.

“Satu tahun 805 Triliyun karena pemerintah selalu minjem dengan bunga kemahalan, kreatif dikit ke, negosiasikan supaya bungnya bisa lebih murah, sehingga bisa dihemat 200 triliyun," ungkap Rizal Ramli.

Baca Juga: Syarat Penerima BLT BBM Rp 600 Ribu, Petunjuk untuk Penerima Manfaat Bansos Cek di cekbansos.kemensos.go.id

Kenaikan ini pun membuat Rizal Ramli menjadi heran, pasalnya negara lain menurunkan harga BBM namun justru negara kita malah menaikannya.

“Batalkanlah kenaikan ini kasih rakyat kita nafas dulu. supaya ekonominya pulih dulu nanti cari akal yang lain," pungkasnya.

Mengingat negara Indonesia baru pulih dari pandemic Covid-19, Rizal Ramli selaku pengamat ekonomi meminta agar pemerintah tidak menaikkan harga BBM dan mencari alternatif lain.***

Reporter Linda Wati
Editor Desi Kris