News

Gempa Bumi Tektonik M 3.8 Mengguncang Sukabumi Jawa Barat, Ini Penjelasan BMKG

Oleh: Mohammad Sayed Khatami Minggu 18 Sep 2022, 10:32 WIB
gempa sukabumi

AYOJAKARTA.COM – BMKG mengumumkan pada hari Minggu, 18 September 2022 pukul 02:38:25 WIB, wilayah Kab. Sukabumi, Jawa Barat telah diguncang gempa bumi tektonik.

Pengumuman terjadinya gempabumi tektonik pagi tadi, melalui website resmi bmkg.go.id dan akun Twitter BMKG (@infoBMKG) pada Minggu (18/9/2022).

Dari hasil analisa BMKG menunjukan bahwa gempa bumi tektonik tersebut berkekuatan M=3,8. Episenter terletak pada koordinat 7.64 LS dan 106.37 BT.

Tepatnya, gempa bumi pagi tadi berlokasi di laut pada jarak 75 km barat daya Kab. Sukabumi pada kedalaman 41 km.

Baca Juga: Gempa Bumi Tektonik 3,8 M Guncang Sukabumi, Jawa Barat Pada Minggu 18 September 2022

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi yang dangkal.

Gempabumi tersebut diakibatkan karena adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia.

Berdasarkan gambaran peta tingkat guncangan (Shakemap), yang diunggah oleh akun Twitter BMKG (@infoBMKG) dan website resmi bmkg.go.id.

Dampak gempabumi yang dirasakan pagi tadi di wilayah Kabupaten Sukabumi berskala intensitas II – III, dimana gempa bumi tersebut memiliki dampak yang lemah (golongan weak).

Berdasarkan laporan dari masyarakat, getaran hanya dirasakan oleh beberapa orang saja dan getaran tersebut membuat benda – benda ringan yang tergantung bergoyang.

Baca Juga: Bikin Heboh Karena Pecat 100 Karyawan, ini Fakta Menarik King Charles III Pemimpin Baru Kerajaan Inggris

Menurut masyarakat, getaran gempa bumi juga dirasakan dalam rumah, getaran tersebut dirasa seakan – akan ada truk yang sedang berlalu.

Dikabarkan, saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak dari gempa bumi yang terjadi di waktu pagi tadi.

Hingga pukul 09.26 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukan adanya aktivitas gempa bumi susulan.

BMKG menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya.***

Reporter Mohammad Sayed Khatami
Editor Dian Naren