AYOJAKARTA.COM-- Sejak awal September 2022, mulai banyak spekulasi bermunculan mengenai siapa sosok asli di balik hacker Bjorka yang sebenarnya.
Baru-baru ini, nama dari sosok Jim Geovedi menjadi pembicaraan hangat bagi para warganet +62.
Nama Jim Geovedi kini sering muncul ke permukaan publik dan banyak yang menduga jika sosok Jim Geovedi adalah dalang di balik hacker yang sering disapa Bjorka.
Baca Juga: Hacker Bjorka Bongkar Kasus Ferdy Sambo, Sebut Jenderal X Ini Tahu yang Sebenarnya!
Dalam media sosial Twitter contohnya, akun milik Jim Geovedi (@geovedi), banyak sekali di mention oleh warganet untuk merespon isu yang berkaitan dengan hacker Bjorka.
Banyak yang berspekulasi jika Jim Geovedi memiliki skills hacker yang setara dengan Bjorka.
Masyarakat berasumsi, jika Jim mampu menyaingi Bjorka dan memberi mereka julukan sebagai hacker terseram dari Indonesia.
Jim Geovedi, lahir pada 28 Juni 1979 merupakan seorang ahli keamanan siber asal Lampung. Selain itu, Jim juga seorang white hat hacker, dikutip dari Suara.com dalam artikel Siapa Jim Geovedi? Sosok 'White Hacker' Asal Indonesia Disebut Saingan Bjorka
Dikutip dari sumber Logique.co.id, White hat hacker adalah hacker bersertifikat yang memiliki keahlian dalam bidang keamanan siber dan menggunakan kemampuan tersebut untuk melindungi sistem di perusahaan, organisasi maupun pemerintahan.
Baca Juga: Mengenal Jim Geovedi, Sosok ‘White Hacker’ Disebut Saingan Bjorka
Diketahui, Jim sebelumnya berprofesi sebagai seniman grafis. Kemudian, masuk ke dunia keamanan siber oleh kawannya dan Jim semakin mendalami bidang tersebut.
Sampai akhirnya, Jim berhasil mendirikan C2PRO Consulting, yaitu sebuah perusahaan konsultan teknologi untuk Lembaga pemerintahan.
Jim Geovedi diketahui pernah meretas sebuah satelit milik klien dari Indonesia dan Tiongkok. Hal tersebut dilakukannya untuk menguji keamanan kontrol satelit.
Jim juga mengaku bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk mengendalikan jaringan internet di seluruh ruang siber Indonesia.
Jim menambahkan, bahwa ia tahu caranya untuk mengamati pergerakan data yang masuk serta mengalihkan traffic data.
Netizen pun sempat menemukan cuitan Jim di Twitter, mengenai tentang kebocoran data yang terjadi pada Agustus lalu sebelum munculnya nama Bjorka.
Dugaan- dugaan tersebut pun akhirnya dibalas oleh Jim Geovedi melalui cuitannya di Twitter.
“Aku bangga bahwa komentarku 15 tahun yang lalu tentang “pemerintahan Indonesia memperlakukan situs resmi mereka seperti toko” tak lagi relevan. Ekspektasiku kepada mereka sangat rendah, tetapi astaga. Sekarang aku pusing karena sering menggulung mataku,” tulis Jim dalam bahasa inggris.
Jim juga pernah mengomentari salah satu respon Kementerian Kominfo, dimana Kominfo meminta Bjorka agar tidak lagi menyerang data perusahaan milik Kominfo.
“Terima kasih karena telah menyediakan materi lelucon receh untuk tahun-tahun ke depan,” tulis Jim dengan bernada jenaka dalam bahasa inggris.
Meski sering dituding sebagai dalang di balik hacker Bjorka, Jim Geovedi masih tidak mau buka suara terkait isu hubungannya dengan hacker Bjorka.
Mengingat banyak sekali tuduhan-tuduhan dari berbagai informan yang tidak bertanggung jawab dan mengakibatkan kerugian kepada korban yang tidak bersalah.
Pemerintah Indonesia diminta untuk lebih berhati-hati dalam mengumpulkan bukti yang jelas sebelum bertindak.***