News

Penyesalan Bripka RR soal Brigadir J, Apakah Itu?

Oleh: Nisrina Harum Lestari Jumat 16 Sep 2022, 11:34 WIB
Penyesalan Bripka RR Yang Tak Sempat Selamatkan Brigadir J

AYOJAKARTA.COM - Bripka RR atau Bripka Ricky Rizal kini ikut tersangkut dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Kasus yang menewaskan Brigadir J ini menjadikan Bripka RR sebagai tersangka.

Kini terungkap penyesalan Bripka RR yang tidak sempat menyelamatkan Brigadir J.

Baca Juga: Bripka RR Buat Pengakuan Baru, Rekening Bank Para Ajudan Ferdy Sambo Diduga Dikuasi Putri Candrawathi, Kenapa?

Dilansir AyoJakarta.com dari Gorontalo.pikiran-rakyat.com pada Jumat (16/9/2022), Bripka RR kini membocorkan skenario yang dibuat Ferdy Sambo pada kasus tewasnya Brigadir J.

Melalui pengacaranya, Erman Umar, Bripka RR memberikan kesaksiannya terkait peristiwa yang terjadi di Magelang.

Bripka RR tidak sekedar membocorkan skenario Ferdy Sambo, ia juga membongkar detik-detik pembunuhan Brigadir J.

Baca Juga: Kebohongan Terbongkar Lagi? Bripka RR Lihat Susi ART Putri Candrawathi yang Menangis, Bukan Putri Candrawathi

Kepada Erman Umar Bripka RR mengatakan bahwa ia adalah orang pertama yang diperintah Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.

Kini hanya tersisa penyesalan Bripka RR yang tidak sempat menyelamatkan sang Brigadir.

Bripka RR melalui kuasa hukumnya, Zena Dinda Defega, mengaku akan melakukan sesuatu jika dari awal ia tahu Ferdy Sambo merencanakan pembunuhan Brigadir J.

Baca Juga: Mulai Jujur Bripka RR Bongkar Semua Motif Ferdy Sambo, Ungkap Punya Bukti !

Berdasarkan pengakuan Bripda RR kepada kuasa hukumnya, ia sama sekali tidak mengetahui rencana Ferdy Sambo untuk membunuh Brigadir J di rumah dinas yang ada di kawasan Duren Tiga.

Jika ia mengetahuinya sejak awal, ia mempunyai kesempatan untuk menyelamatkan Brigadir J dari rencana jahat Ferdy Sambo.

“(Bripka RR) tidak mengetahui sama sekali (rencana pembunuhan Brigadir J),” ungkap kuasa hukum Bripka RR, Zena.

Baca Juga: Misteri Tangisan Susi ART Putri Candrawati dan Pengakuan Terbaru Bripka RR Bisa Jadi Kunci Kasus Brigadir J

Zena juga menjelaskan, jika Bripka Ricky tau rencana pembunuhan tersebut lebih awal, saat berada dalam satu mobil dengan Brigadir J saat perjalanan dari Magelang menuju Jakarta, ia mengaku akan menurunkan sang Brigadir di rest area.

“Bahkan dia sempat berkata jika saja sudah tahu sejak di Magelang (bakal ada penembakan), dia bakal berhenti di rest area dan menurunkan Brigadir J agar tidak terjadi peristiwa tersebut,” ucapnya.

Ini dikarenakan kliennya sama sekali tidak tahu adanya rencana tersebut sebagaimana telah dirancang oleh atasannya yaitu Ferdy Sambo.

Baca Juga: Terkuak Kata-kata Terakhir Brigadir J Sebelum Dibunuh hingga Bripka RR Sebu Gelagat Mencurigakan Kuat Maruf!

Dikabarkan Bripka RR akan menjadi justice collaborator, menyusul Bharada E.

Saat ini, Bripka RR mempertimbangkan untuk menyusul Bharada E melawan Ferdy Sambo.

Sejak awal, satu dari lima tersangka yakni Bharada E sudah mengajukan diri sebagai justice collaborator.

Baca Juga: Terbongkar! Bripka RR: Adegan Putri Candrawathi Peluk Ferdy Sambo Hanya Akting Belaka, Begini yang Sebenarnya

Akan tetapi, belum lama ini Bripka Ricky akan ikut menyusul Bharada E dengan menjadi justice collaborator.

Seperti yang disampaikan oleh Erman Umar bahwa kliennya masih mempertimbangkan pengajuan tersebut ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

“Belum mengajukan. Lihat perkembangannya nanti,” ungkap Emran seperti dikutip Gorontalo.pikiran-rakyat.com dari PMJ News.

Baca Juga: Akhirnya! Bripka RR Bongkar Semua Skenario Busuk Ferdy Sambo, Adegan Menangis Hanya Rekayasa

Pengacara Bripka Ricky kemudian juga menjelaskan bahwa pengajuan tersebut akan dilakukan apabila kliennya mendapat ancaman dalam kasus Brigadir J.

“Jika dalam perkembangan pemeriksaan lanjutan nanti dia ada yang mengancam atau intervensi, saat itulah dia baru minta perlindungan LPSK,” ujarnya.

Kendati demikian, sang pengacara menyebutkan bahwa kliennya sudah memaparkan seluruh fakta yang ia ketahui.

Baca Juga: Terungkap! Bripka RR Ngaku Pergoki Gelagat Ini dari Om Kuat Ada di Kamar Putri Candrawathi, Ini yang Dilakukan

“Saat ini dia merasa sudah menyampaikan apa yang dia ketahui apa adanya kepada penyidik,” sebutnya.

Kemudian ramai diperbincangkan bahwa seluruh pernyataan Bripka RR dinyatakan jujur oleh poligraf. Ini berarti ia yakin dengan semua jawaban yang keluar dari mulutnya ketika pemeriksaan.

Mengenai penembakan di Duren Tiga, Bripka RR akui bahwa ia tau pada saat kejadian Sambo turut menggenggam pistol.

Baca Juga: Terkuak Misteri Tangisan Susi di Magelang, Bripka RR Pergoki Kuat Maruf Panik, Putri Candrawathi Lemas!

Sayangnya, dia tidak tau apakah Sambo mengarahkan tembakan pada Brigadir J atau tidak. Dikarenakan dirinya berdiri dibelakang Bharada E.

Posisinya yang berada dibelakang Bharada E membuatnya sulit untuk melihat karena terhalang oleh tubuh Richard.

Melalui sang pengacara, Bripka Ricky hanya akui jika dirinya melihat Sambo melepaskan tembakan ke dindin untuk melancarkan skenarionya.

Baca Juga: Mengejutkan! Hasil Lie Detector: Bharada E, Bripka RR dan Kuat Maruf Jujur soal Pembunuhan Brigadir J

Dengan seluruh kesaksiannya, Erman yakin Bripka RR lebih pantas dijadikan sebagai korban atau saksi.

Pasalnya Bripka Ricky terjebak dalam situasi dan skenario Sambo pada hari kematian Brigadir J.

“Peristiwa ini sesuatu yang sangat disesalkan, tapi bukan Bripka RR yang berbuat, dia korban keadaan,” ujar Erman, dikutip gorontalo.pikiran-rakyat.com dari Antara.

“Kalau menurut saya, posisi klien pantasnya sebagai saksi, pertama dia tidak punya mens rea (niat jahat), disuruh nembak tidak berani dia” ungkap Erman lagi.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Desi Kris