News

Filosofi Rasuna Said yang Ulang Tahun Ke-112 Hari Ini hingga Terpampang di Google Doodle

Oleh: Redaksi Rabu 14 Sep 2022, 05:45 WIB
Rasuna Said dalam Google Doodle.

AYOJAKARTA.COM - Filosofi Rasuna Said bisa disimak melalui informasi berikut ini. Diketahui, 14 September menjadi hari ulang tahun Rasuna Said yang ke-112 tahun.

Di halaman pencarian Google, potret Rasuna Said terpampang menjadi Google Doodle.

Google memberi judul "Ulang Tahun Ke-112 Rasuna Said" dalam Google Doodle.

Baca Juga: Kekeh Alami Pelecehan oleh Brigadir J, Putri Candrawathi Pasrah hingga Ungkap Gaya dan Posisi Tubuhnya di BAP

Filosofi Rasuna Said

Rasuna Said merupakan sosok pahlawan Nasional Indonesia asal Sumatera Barat.

Namanya, Rasuna Said, juga dikenal sebagai Singa Betina salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia.

Demikian seperti yang diulas BulelengPost.com dalam artikel "Ini Peran Penting Rasuna Said dalam Pejuangan Kemerdekaan Indonesia, Sosok Guru dan Jurnalis".

Baca Juga: Putri Candrawathi Bongkar Posisi dan Gayanya Setelah Dilempar Brigadir J: di Atas Tumpukan Baju Kotor

Dalam perjuangannya, Rasuna Said lantang memperjuangkan kesetaraan hak pria dan wanita.

Hari ini, 14 September adalah kelahirannya yang ke-112. Semasa kemerdekaan, Rasuna Said menjadi salah satu perempuan yang berani dalam menyuarakan hak perempuan.

Dia juga merupakan sosok jurnalis yang sekaligus sebagai guru. Juga menjadi tokoh perempuan kesembilan yang menerima gelar Pahlawan Nasional Indonesia.

Rasuna Said merupakan perempuan kelahiran Sumatera Barat, 14 September 1910. Kepintaran juga ketekunannya menghantarnya sebagai asisten guru.

Baca Juga: Kembali Berulah, Bjorka Bongkar Nama-nama Dibalik Kasus Rekayasa Ferdy Sambo yang Selama Ini Ditutupi

Dia pernah tegabung dalam Sarikat Rakyat pada tahun 1926 dan pada tahun 1930 dia pun terlibat dalam penyelenggaraan Persatuan Muslim Indonesia atau PERMI.

Kemudian, Rasuna Said memutuskan untuk pindah ke Padang dan membentuk divisi perempuan PERMI.

Saat itu, dia berfokus pada sekolah sastra untuk perepmuan di seluruh Sumatera Barat.

Namun sayang, pada tahun 1932, dia ditangkap oleh Belanda lantaran tindakannya yang menentang kekuasaan Belanda.

Lalu, pada tahun 1934 diusianya yang ke 24 Rasuna Said pun bebas dari penjara dan memulai karir sebagai jurnalis.

Baca Juga: Balik Badan, Brigjen Hendra Kurniawan Bongkar Balik Aib Ferdy Sambo

Tidak hanya itu, dia juga menulis jurnal untuk sebuah perguruan tinggi yang bernama Raya.

Lalu, dia juga membuka sekolah untuk perempuan dan dia juga aktif berbicara lantang atas nama berbagai kelompok wanita muslim.

Pemilih nama lengkap Hajjah Rangkayo Rasuna Said ini meninggal dunia pada 2 November 1965 dan mendapatkan gelar pahlawan nasional pada 1974.*** (Gede Apgandhi Pranata/BulelengPost.com)

Reporter Redaksi
Editor Tedi Rukmana